Siap Sambut Bulan Suci Ramadhan, KH Imam Mawardi Ridlwan : Masjidilharam Mekkah Awal Ramadhan 2023 dimulai Kamis 23 Maret

oleh -96 Dilihat

Tulungagung –  Jatim || Bramastanews.com

Dalam melakukan wawancara via saluran telpon pada Selasa (21/03/2023) Kemarin. Sekretaris IPHI Jawa Timur, KH Imam Mawardi Ridlwan yang sudah sepuluh hari berada di Madinah dan Mekkah.

“Saat ini dua kota suci sudah penuh sesak. Masjid bagian dalam sudah penuh di setiap sholat lima waktu dan sepekan terakhir ini sudah meluber ke halaman dan jalan-jalan. Mereka bersiap untuk menyambut datang bulan suci Ramadhan”, tutur Kyai Imam.

Kapan awal Romadhon 2023 di Mekkah dan Madinah?

“Saat kami melakukan pertanyaan kapan awal Ramadhan 2023 ke para Masyayikh di Masjidil Haram Mekkah. Mereka hampir semua menjawab diprediksi awal Ramadhan 2023 dimulai Kamis (23/03/2023). Kemungkinan besar hari Kamis sebagai awal Romadhon 2023, demikian jawaban mereka”, jelas Kyai Imam.

Kyai Imam memaparkan bahwa di Arab Saudi awal Romadhon setiap tahun ditentukan oleh pemerintah dengan cara rukyatul hilal (melihat muncul bulan secara langsung). Otoritas penentuan awal Ramadhan adalah pemerintah.

Kondisi cuaca di Madinah dan Mekkah tergolong dingin. Udara kencang dan dingin. Keadaan cuaca yang demikian menyebabkan para jama’ah umroh banyak yang flu, meriang dan batuk.

“Para jama’ah umroh sebaiknya selalu memperhatikan kesehatan agar dapat ibadah di bulan Romadhon 2023 dengan lancar dan berkah. Tips pertama, bahwa semua menu buka puasa dan sahur yang telah disajikan oleh katering adalah menu terbaik dan lezat. Sebaiknya para jama’ah umroh makan yang cukup.

Yang kedua harus bisa ngatur waktu istirahat. Hal-hal yang tidak penting perlu ditinggalkan sebaiknya untuk istirahat. Saat ini tampak jarak penginapan jama’ah umroh Indonesia banyak yang agak jauh maka harus dapat mengatur waktu terbaik. Ketiga sebaiknya banyak minum air zam-zam dan makan buah.

Para jama’ah sebaiknya milih minum air zam-zam yang galon bertulisan warna biru, “not cold”. Marhaban ya Ramadhan judlana bil gufron”, jelas Kyai Imam.(***)