Siswa SMP N 4 di PALI Belajar di Bawah Terik Matahari Beralas Terpal, Dibalik Prioritas Anggaran Mobil Dinas dan Pembukaan Jalan Baru

oleh -1005 Dilihat

PALI – Bramastanews.com, Di tengah kemewahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) tahun 2025 yang mencapai Rp 1,5 triliun, kondisi sektor pendidikan justru memprihatinkan dalam keterbatasan. Ruang kelas rusak, sarana belajar tak memadai, bahkan ada sekolah yang berubah menjadi sarang kelelawar, siswa terpaksa belajar di luar ruangan di bawah terik matahari beralas terpal.

Foto: Siswa SMP Negeri 4 Talang Ubi Belajar Diluar Ruangan Beralas Terpal (dok/Bm).

SMP Negeri 4 Talang Ubi di Desa Karta Dewa menjadi potret buram dunia pendidikan di PALI. Dari 14 ruang kelas yang tersedia, hanya 9 yang dapat digunakan. Ribuan kelelawar bersarang di plafon gedung sekolah, menyebabkan bau menyengat dan gangguan serius dalam proses belajar-mengajar. Beberapa guru dan siswa bahkan harus menggunakan masker saat berada di dalam kelas.

Kepala Sekolah SMP Negeri 4 Talang Ubi, Nurjanah, S.Pd., melalui Wakil Kurikulum, Riana Febrianty, S.Pd., menyampaikan bahwa cukup prihatin dengan kondisi tersebut, bagaimanapun sekolah harus tetap berjalan.

BACA JUGA  Ketum PWDPI Ucapkan Selamat Atas Dilantiknya Kadisdik Lampung

“Kalo untuk kenyamanan, dipaksakan nyaman. Karena bagaimanapun sekolah harus tetap berjalan, ” ungkapnya (4/7).

Ia menjelaskan bahwa pihak sekolah menyiasatinya menggunakan perpustakaan, mushallah, bahkan belajar di luar ruangan beralas terpal.

“Siswa terpaksa belajar di musholah, ruang perpustakaan, bahkan di luar ruangan seperti di bawah pohon beralaskan terpal,” kata Riana, S.Pd., Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum.

Pihak sekolah telah berupaya maksimal untuk menanggulangi permasalahan ini,namun tak kunjung membuahkan hasil. Riana berharap ada solusi konkret agar tidak berdampak gangguan bagi kesehatan guru dan siswa, serta bisa memberikan kenyamanan proses belajar mengajar secara jangka panjang.

Kondisi ini bukan kasus tunggal. Berdasarkan data dihimpun, sekolah di kabupaten PALI masih kekurangan 213 ruang kelas belajar layak untuk jenjang SD dan 36 ruang kelas untuk SMP. Fasilitas pendukung seperti laboratorium komputer dan perpustakaan juga belum tersedia di banyak sekolah.

BACA JUGA  Pejabat Hidup Mewah Buruh Purwakarta Hidup Sengsara, KMP: Kerja Rodi Ala Zaman Penjajah, Kita Lawan..!!

Data menunjukkan besaran anggaran pendidikan untuk sarana dan prasarana fisik hanya sekitar Rp 36 miliar, sementara anggaran mobil dinas Rp 12,2 miliar. Dari total APBD Rp 1,5 triliun, hanya untuk infrastruktur pendidikan sekitar 2,36 persen dari keseluruhan anggaran.

Dari jumlah itu, Rp 22 miliar digunakan untuk pembangunan ruang kelas, perpustakaan, dan lab komputer, sanitasi toilet sekolah Rp 2,4 Miliar Sisanya dihabiskan untuk paving blok halaman, pagar beton, dan jasa konsultan.

Sebaliknya, pemerintah daerah justru menganggarkan Rp 12,2 miliar hanya untuk pengadaan dan sewa kendaraan dinas serta tamu VVIP.

BACA JUGA  KOMPI Soroti Ratusan Juta Rupiah dihabiskan Untuk Seleksi Calon Tunggal Dirus Pemkot Bekasi

Angka ini hampir setengah dari total anggaran pendidikan fisik, namun tak berdampak langsung pada peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Tak tanggung tanggung, belanja pembukaan jalan baru dengan anggaran besar juga menjadi penyumbang ketimpangan anggaran pendidikan. Padahal, data di lapangan diperkirakan sekitar 95 persen infrastruktur jalan di wilayah Kabupaten PALI sudah dalam kondisi baik, dan hanya sebagian kecil yang belum terselesaikan.

Situasi ini memunculkan pertanyaan serius mengenai prioritas anggaran pemerintah daerah. Ketika ruang kelas ambruk, sarang kelelawar menguasai sekolah, dan siswa belajar di luar ruangan dibawah terik matahari beralas terpal, sementara pejabat melaju dengan mobil dinas baru. maka pertanyaan besar arah pembangunan yang berlangsung, apakah benar benar untuk rakyat, atau untuk elite pejabat?. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *