Akselerasi Penerapan Core Values ASN, Menteri PANRB: Perlu Kepedulian, Tak Sebatas Teori

oleh -71 Dilihat

JAKARTA–Bramastanews.com Membangun budaya kerja aparatur sipil negara (ASN) merupakan usaha berkelanjutan yang harus terus dilakukan agar menjadi akar yang tertanam kuat dalam diri setiap ASN. Hal tersebut tak terkecuali bagi para pejabat dan pegawai di lingkungan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB).

“Berbagai model teori untuk membangkitkan kinerja ini sudah sering kita hadirkan. Tapi bagaimana menggerakkan hati supaya kita punya simpati sampai empati, punya ukuran-ukuran dalam menjalankan nilai-nilai dasar, _core values_ ASN ini menjadi penting. Kita perlu hati dan kepedulian untuk memetakan pekerjaan ini dan mencapai target arahan dari Presiden,” ujar Menteri PANRB Abdullah Azwar Anas dalam acara Internalisasi Nilai-nilai BerAKHLAK, di Jakarta, Kamis (09/02).

_Core Values_ ASN telah diluncurkan Presiden Joko Widodo pada 27 Juli 2021 adalah BerAKHLAK yang meliputi Berorientasi pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif.

Anas menilai diperlukan cara-cara baru untuk memperkuat kolaborasi antara pimpinan dan pegawai dalam membangun budaya kerja yang kondusif. Oleh karena itu ia mendorong para pejabat Kementerian PANRB agar aktif membangun komunikasi yang positif dengan pegawai agar terjalin kerja sama yang inovatif, responsif, serta selaras dengan perkembangan zaman dan kebutuhan _stakeholder_ yang semakin meningkat.

“Kolaborasi bukan hanya indah untuk dinarasikan, tapi juga bagaimana pelaksanaannya di dunia nyata. Juga perlu hati yang luas sehingga inovasi akan tumbuh. Termasuk bagaimana kita memulainya dari diri kita sendiri, dari kantor ini sehingga kita bisa lebih lincah,” imbuh mantan Kepala LKPP tersebut.

Acara bertema Pengembangan Sikap Positif Menuju Pegawai yang Adaptif dalam Menghadapi Perubahan ini turut mengundang Miftah Maulana Habiburrahman atau Gus Miftah. Berbeda dari para abdi negara yang memandang BerAKHLAK sebagai core values ASN, Gus Miftah mengingatkan kembali makna akhlak secara harfiah, yakni sebagai perilaku.

Akhlak tersebut harus menjadi landasan bagi para ASN untuk bisa menjalankan tugas dan fungsinya dalam melayani publik. “Jadilah orang yang dinamis, jangan statis. Jadilah pemain bukan hanya penonton. Jadilah imam bukan hanya makmum. Jadilah _problem solver_, bukan _problem maker_,” tutur pria yang identik dengan kaca mata hitam tersebut.

ASN menjadi profesi yang harus mengedepankan pelayanan yang prima dan berdampak kepada masyarakat. Oleh karenanya, ASN juga harus berhati-hati dalam setiap tindakan, ucapan, dan perbuatannya.

Salah satu yang menjadi sorotannya adalah bagaimana ASN harus dapat menaati pemimpin. “Taatlah kamu kepada Allah, Rasulullah, dan pemimpinmu. Taat kepada Allah dan Rasulullah itu tanpa syarat, mutlak, dan harus. Tapi taat kepada pemimpin itu ada syaratnya, yakni pemimpin tersebut harus benar. Saya yakin bangsa ini jadi bangsa yang besar jika saling menghargai satu sama lain dan menjaga persatuan ini,” pungkasnya. *_(nan/HUMAS MENPANRB)_*