Kesbangpol Kota Bandung Ajak Murid Sekolah SMP dan Orang Tua Bersinergi Cegah Narkoba

oleh -47 Dilihat

Bandung, – Bramasta news.com.

Pemerintah Kota Bandung menegaskan perang terhadap narkoba harus dilakukan bersama. Tidak cukup hanya aparat dan BNN, tapi juga keluarga, sekolah, dan organisasi kemasyarakatan.

Hal itu disampaikan PLT Kepala Badan Kesbangpol Kota Bandung, Tatang Hamdani, dan Dedi, Pengelola Bidang Ketahanan Ekonomi, Sosial Budaya dan Narkoba Kesbangpol Kota Bandung saat ditemui usai Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026 di Halaman Balai Kota Bandung, Sabtu (25/7/2026).

Tatang mengatakan, HANI harus menjadi momentum untuk meningkatkan kewaspadaan seluruh elemen masyarakat terhadap bahaya narkoba.

“Persoalan ini tidak bisa diselesaikan pemerintah atau BNN saja. Butuh kepedulian dan keterlibatan semua pihak, dari keluarga sampai komunitas,” ujar Tatang.

BACA JUGA  Polsek Cimahi Selatan Gelar Apel Pagi Dan Rajia Handphone Anggota

Senada, Dedi menambahkan fokus Kesbangpol saat ini adalah memperkuat ketahanan keluarga sebagai benteng pertama pencegahan narkoba.

“Di Bidang Ketahanan Ekonomi, Sosial Budaya dan Narkoba, kami melihat tekanan ekonomi dan sosial sering jadi pintu masuk penyalahgunaan. Makanya keluarga harus kuat,” jelas Dedi.

Tatang mengungkapkan, berdasarkan data BNN 2023, Kota Bandung masih termasuk daerah dengan prevalensi penyalahgunaan narkoba cukup tinggi.

Untuk itu, Pemkot Bandung bersama BNN, Forkopimda, lembaga pendidikan, dan pengurus ormas terus memperkuat sinergi pencegahan.

Dedi juga menyambut baik gagasan Wali Kota Bandung terkait penguatan komitmen orang tua, sekolah, dan peserta didik.

BACA JUGA  Sekretaris Desa Sempur Plered Pilih Blokir HP Hindari Konfirmasi Penggunaan DD Tambahan, Ada Apa ?

“Keluarga, sekolah, dan Orang Tua harus satu suara. Anak-anak kita harus kita lindungi bersama,” kata Dedi.

Tatang menilai keluarga adalah kunci. Karena itu perlu program pembinaan keluarga yang melibatkan Posyandu, kader, ormas, hingga tokoh agama.

Sementara Dedi menyoroti peran sekolah. Ia mengakui guru BK dan wali kelas sering kesulitan saat menemukan indikasi siswa terpapar narkoba.

Oleh karena itu, Kesbangpol akan mendorong pelatihan bagi guru BK, wali kelas, dan wakasek kesiswaan agar paham gejala awal dan jalur koordinasi.

“Guru harus dibekali. Jangan sampai telat menanganinya,” tegas Tatang.

BACA JUGA  Menteri PANRB Lantik 81 PNS, Energi Baru Akselerasi Capaian Target

Dedi juga mengingatkan modus peredaran narkoba kini sangat beragam. Sudah menyerupai makanan ringan, permen, vape, hingga minuman kemasan.

“Kita harus teliti. Jenisnya sudah lebih dari 200 dan sasarannya pelajar,” ujar Dedi.

Tatang menambahkan, bisnis narkoba memiliki nilai ekonomi tinggi sehingga pelaku terus berinovasi. Karena itu pencegahan lewat pendidikan karakter harus jalan terus.

Dedi pun mengapresiasi peran pengurus ormas yang selama ini jadi mitra di lapangan. Ormas bisa menjangkau remaja masjid, karang taruna, dan komunitas.

“Kalau pondasi moral dan agama kuat, anak-anak punya benteng menolak narkoba,” kata Dedi.

Menutup wawancara, Tatang dan Dedi mengajak masyarakat untuk tidak apatis. Saling peduli dan saling mengingatkan jadi kunci melindungi generasi muda.

“Peringatan HANI ini pengingat bahwa bahaya narkoba ada di sekitar kita. Mari bersama wujudkan Bandung yang aman bagi anak-anak kita,” pungkas Tatang dan Dedi.

*nengsih”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *