Bandung Menuju Kota Pintar AI-Blockchain, 200 Angkot Listrik dan 78 SPKLU Disiapkan

oleh -38 Dilihat

Bandung,- Bramastanews.com

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung resmi meluncurkan The Bandung Initiative “Peluncuran Kota Pintar Berbasis AI-Blockchain & Pengakuan Kesiapan Bandung sebagai Pusat Keuangan Khusus Asia-Afrika” melalui BDG-IDAGSV dan PDII Dubmission.

Peluncuran tersebut berlangsung di Pendopo Kota Bandung, Rabu (19/9/2026) dan dihadiri langsung oleh Wali Kota Bandung Muhammad Farhan, Muhammad Safrul, Sean Justin, serta jajaran kepala dinas dan tamu undangan.

Dalam sambutannya, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyampaikan bahwa peluncuran ini merupakan salah satu langkah strategis untuk memajukan kreativitas dan inovasi kota, salah satunya dengan menampilkan startup-startup yang muncul di Kota Bandung.

“Ini adalah salah satu upaya untuk memajukan kreasi, salah satunya dengan menampilkan startup-startup yang muncul di Bandung,” ujarnya.

Selain peluncuran kota pintar, Pemkot Bandung juga menata dan melaksanakan ekosistem angkutan listrik sebagai penunjang Bus Rapid Transit (BRT) Bandung. Program tersebut melibatkan 6 perusahaan yang berkolaborasi mulai dari penyediaan mobil, baterai, perawatan, pengamanan mobil dan baterai, hingga penyediaan SPKLU dan spare part.

Farhan menjelaskan, salah satu implementasinya adalah armada Kopamas yang nantinya menjadi salah satu angkot yang diperbolehkan masuk ke Bandara Husein Sastranegara. Hal ini menjadi bagian tak terlepaskan dari pembangunan konektivitas Kota Bandung.

BACA JUGA  Detik- detik Kadinkes Purwakarta Bersuara soal Dugaan Gratifikasi yang Sebut nama Sekdisnya

“Kita ingin betul-betul mencoba bahwa ekosistem angkot listrik ini menjadi bagian yang tidak terlepaskan dari pembangunan konektivitas Kota Bandung yang sudah sangat segera akan komplit. Sudah ada kereta api cepat, kereta api antar kota seluruh Pulau Jawa, jalan tol yang tersambung dengan semua jalan tol Pulau Jawa, kemudian sudah ada penerbangannya, sekarang sedang dibangun BRT Bandung beserta dengan angkot listrik yang merupakan feeder dari BRT,” jelas Farhan.

Pemkot Bandung juga akan memastikan penertiban dan kedisiplinan para sopir angkot. Selain menyediakan kendaraan, Pemkot bersama stakeholder juga akan menyediakan titik-titik SPKLU atau pengecasan yang sesuai agar tidak menimbulkan kemacetan baru.

*200 Unit Percontohan, Sopir Wajib Anggota Koperasi*

Sementara itu, Ketua Irwata Mochamad Sabdo Yusmintiarto menjelaskan bahwa program angkot listrik ini masih tahap percontohan dengan menyiapkan lebih dari 200 unit.

” kita akan coba kan lebih ada 200-an unit. Kalau misal ini berhasil nanti kita akan menawarkan ke koperasi-koperasi yang lain. Jadi sifatnya kita bantu pertemuan investor dengan koperasi sehingga pengadaan angkotnya tidak memberatkan dan supir tahunya digaji,” ujar Sabdo.

Ia menegaskan, pihaknya tidak melakukan rekrutmen sopir baru. Seluruh sopir angkot listrik wajib berasal dari anggota koperasi yang sudah terdata di Dinas Perhubungan.

BACA JUGA  KKJN Dan AJMII Melakukan Audensi Ke Kantor DPRD Kota Cimahi

“Semuanya wajib dari sudah anggota koperasi. Jadi kalau misalnya seperti itu kan yang terdata di Dinas Perhubungan dan juga di Kopamas ya. Artinya kalau dari pihak kami perusahaan sama sekali enggak melakukan rekrutmen apapun, kita hanya melakukan apa yang sudah ada,” tegasnya.

Untuk kapasitas, satu unit angkot listrik mampu mengangkut 12 sampai 14 orang termasuk sopir. Unit yang ditampilkan saat ini masih unit existing, namun dalam 2 bulan ke depan akan dibuat desain baru yang disesuaikan khusus untuk Kota Bandung.

*78 Titik SPKLU dan Bisa Di-Charter*

Terkait infrastruktur pengecasan, Sabdo menyebut target awal akan dibangun 78 titik SPKLU. Lokasinya akan berada di pusat kantor pemerintahan, taman-taman publik, hingga pool besar di PDAM dan PTDI.

“Mudah-mudahan bulan ini sudah mulai didata dan disurvei untuk SPKLU, target awal itu ada 78 titik,” katanya.

Untuk tahap awal, jangkauan angkot listrik baru akan melayani dua rute di Kota Bandung, namun ke depan akan ada rute yang menghubungkan Kota Bandung dengan Kabupaten Bandung.

Menariknya, angkot listrik ini berbasis aplikasi. Penumpang bisa melihat estimasi waktu kedatangan di halte, hingga bisa melakukan charter keluar jalur.

BACA JUGA  Ketua DPRD Kota Cimahi Apresiasi Dalam Peringatan Hari Ibu

“Basic-nya aplikasi, jadi nanti kalau mau mesen angkot tuh udah kelihatan dia mau sampai di haltenya berapa menit. Di sana ada fitur untuk charter, jadi kalau charter nanti dia keluar dari jalurnya, bisa langsung dipakai untuk bawa belanja sayur dan lain-lain,” jelasnya.

Pihaknya juga menyiapkan inovasi lain untuk menunjang operasional karena harga angkot listrik jauh lebih mahal dibandingkan angkot bensin. Di antaranya dengan pemasangan iklan di bodi angkot dan fasilitas WiFi gratis di dalam kabin dengan pengawasan CCTV, serta tarif yang diklaim jauh lebih murah dibandingkan ojek online.

Saat ini ada tiga hal yang sedang di-develop, pertama formulasi struktur kerja sama dan bagi hasil agar sopir lama tetap diberdayakan, kedua pengajuan re-routing agar tidak bentrok dengan feeder BRT, dan ketiga uji coba selama satu bulan untuk mengetahui konsumsi daya.

“Mudah-mudahan satu bulan ini kami uji coba untuk mesin, karena kita pengen tahu borosnya berapa banyak. Setelah satu bulan angkot ini dicoba kami akan dapat datanya,” pungkasnya.

“nengsih”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *