Perisai & Bandung Inti Graha Bagikan Strategi Bisnis Tangguh Hadapi Perubahan

oleh -11 Dilihat

BANDUNG, –Bramastanews.com

Diskusi bisnis bertajuk “THE GAME HAS CHANGED: Tangguh Bertahan, Terus Bertumbuh & Mampu Berkembang, Strategi Bisnis Menghadapi Perubahan Besar”_ digelar di D’Notsnica Bandung, Rabu (9/9/2026). Acara ini merupakan bagian dari program Bandung Ngatiung.

Dua narasumber utama yang hadir adalah Perry Tristianto, CEO Perisai Group dan Chandra Tambayong, CEO Bandung Inti Graha Group. Keduanya berbagi pengalaman membangun usaha di tengah dinamika ekonomi yang terus berubah.

Dalam sesi diskusi, Chandra Tambayong menceritakan masa kecilnya yang terbiasa menjaga toko sejak dini. Ia mengaku awalnya bekerja dari pagi hingga malam di sebuah toko di basement Pasar Senen selama hampir 4 tahun.

“Hasilnya mengecewakan secara finansial. Tapi dari situlah saya belajar adaptasi dan kerja keras. Saya sampai berdoa minta dipertemukan dengan satu orang untuk belajar, walau tidak digaji,” kenang Chandra.

BACA JUGA  FajarPaper Dukung Pembangunan Generasi Unggul Melalui Beasiswa Prestasi Untuk 239 Anak Karyawan

Menurut Chandra, pengalaman berat di masa muda justru menjadi bekal. Ia menekankan pentingnya karakter jujur dalam berdagang yang ia pelajari dari orang tuanya.

Chandra mencontohkan saat ia tergoda menaikkan harga gula jawa 100 kali lipat karena barang langka. Namun ia urungkan setelah diingatkan ayahnya bahwa itu sama saja menipu.

“Kalau waktu itu saya lakukan, mungkin saya tidak akan jadi seperti sekarang. Karakter itu number one. Dengan karakter baik, reputasi terjaga dan rezeki pasti ada,” tegasnya.

Senada dengan itu, Perry Tristianto menyoroti pentingnya karakter dibanding sekadar ilmu. Ia menyebut ilmu bisa terus dipelajari sampai tua, namun karakter harus dibangun sejak muda.

BACA JUGA  Hadirnya Pemerintah dalam Pelaksanaan Ibadah Haji yang Ramah dan Inklusi Bagi Lansia dan Penyandang Disabilitas

“Ilmu sampai sekarang saya masih cari. Saya umur 60 tahun masih sekolah lagi jadi pengacara. Tapi karakter tidak bisa. Kalau karakter sudah rusak dari muda, susah diperbaiki,” ujar Perry.

Perry juga menyoroti tantangan generasi sekarang terkait pendidikan budi pekerti. Ia menilai karakter yang kuat berhubungan erat dengan agama, tata krama, dan didikan orang tua.

“Yang paling bahaya sekarang itu gaya hidup. Kita harus wariskan karakter ke anak-anak kita. Ilmu bisa googling, tapi karakter tidak,” pungkas Perry.

Diskusi ini menegaskan bahwa di era “the game has changed”pengusaha tidak bisa hanya mengandalkan strategi bisnis, tetapi juga fondasi karakter yang kuat untuk bertahan dan bertumbuh.

BACA JUGA  Di Akhir Masa Jabatan, Camat Karang Bahagia Hadirkan Investor Wifi

Selain sesi bisnis, acara juga menghadirkan dr. Deby yang memaparkan tentang inovasi kesehatan berbasis teknologi nano bubble. Ia menjelaskan manfaat oksigen, hidrogen, dan ozon untuk menjaga kesehatan pembuluh darah dan meningkatkan energi tubuh.

Menurut dr. Deby, seiring bertambahnya usia produksi gas-gas tersebut dalam tubuh menurun. Karena itu diperlukan treatment untuk membantu menjaga kesehatan.

Treatment nano bubble tersebut kini tersedia di dua tempat, yakni Ravo Premier di lantai LG dan Ravo Reguler di lantai B1 D’Notsnica Bandung. ***

*nengsih”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *