Merasa Diproses Ilegal, 3 Calon Pekerja Migran Indonesia Batalkan Terbang ke Malaysia
Jakarta // Bramastanews_Merasa janggal dengan proses yang dilaluinya, tiga calon pekerja migran Indonesia (PMI) batalkan jadwal penerbangan pada (7/4/2026).
Ketiga calon pekerja migran yang masing-masing berasal dari Bandung Barat (NN), Purwakarta (NR) dan Kabupaten Serang Banten (ML) tersebut memutuskan keluar dari Terminal 2 Bandara Soekarno Hatta, pasca mereka merasa banyak kejanggalan terjadi dalam proses pemberangkatannya.
“Kami merasa janggal dengan proses yang kami lalui, dari mulai tidak adanya pendidikan dan pelatihan yang umumnya dilaksanakan melalui Balai Latihan Kerja (BLK), dan hal lainnya,” ujar ketiga CPMI tersebut.
“Atas dasar hal itu maka kami memutuskan untuk keluar dari Bandara, dan meminta bantuan kepada Posko Perlindungan Pekerja Migran,” jelas mereka menambahkan.
Dari tiket yang mereka tunjukkan, ketiga CPMI tersebut tercatat dijadwalkan terbang pada (7/4/) dinihari dengan tujuan Tanjung Pinang Riau.
Menurut keterangan salah satu pengurus Lembaga Perlindungan Pekerja Migran Indonesia asal Cianjur Jawa Barat, penerbangan ketiga CPMI tersebut dilakukan lewat jalur belakang.
Hal ini mengindikasikan bila mereka lakukan proses secara sembunyi-sembunyi untuk masuk ke negara Malaysia.
“Saya meyakini mereka diproses secara non prosedural alias ilegal, apalagi dari mereka tak dapatkan pendidikan maupun pelatihan dari BLK,” ujarnya.
Dari informasi yang disampaikan ketiga CPMI tersebut, mereka direkrut pemroses bernama Kokom asal Purwakarta.
(Red)











