,

Merasa Diproses Ilegal, 3 Calon Pekerja Migran Indonesia Batalkan Terbang ke Malaysia

oleh -613 Dilihat
oleh

Merasa Diproses Ilegal, 3 Calon Pekerja Migran Indonesia Batalkan Terbang ke Malaysia

Jakarta // Bramastanews_Merasa janggal dengan proses yang dilaluinya, tiga calon pekerja migran Indonesia (PMI) batalkan jadwal penerbangan pada (7/4/2026).

Ketiga calon pekerja migran yang masing-masing berasal dari Bandung Barat (NN), Purwakarta (NR) dan Kabupaten Serang Banten (ML) tersebut memutuskan keluar dari Terminal 2 Bandara Soekarno Hatta, pasca mereka merasa banyak kejanggalan terjadi dalam proses pemberangkatannya.

BACA JUGA  Sakit Tak Kuat Bekerja, PMI Asal Sukabumi Minta Dipulangkan Diduga Korban TPPO

“Kami merasa janggal dengan proses yang kami lalui, dari mulai tidak adanya pendidikan dan pelatihan yang umumnya dilaksanakan melalui Balai Latihan Kerja (BLK), dan hal lainnya,” ujar ketiga CPMI tersebut.

“Atas dasar hal itu maka kami memutuskan untuk keluar dari Bandara, dan meminta bantuan kepada Posko Perlindungan Pekerja Migran,” jelas mereka menambahkan.

Dari tiket yang mereka tunjukkan, ketiga CPMI tersebut tercatat dijadwalkan terbang pada (7/4/) dinihari dengan tujuan Tanjung Pinang Riau.

BACA JUGA  PMI Asal Plered Diduga Diproses Secara Ilegal, Dianggap Menipu Diminta Ganti Biaya Pemberangkatan

Menurut keterangan salah satu pengurus Lembaga Perlindungan Pekerja Migran Indonesia asal Cianjur Jawa Barat, penerbangan ketiga CPMI tersebut dilakukan lewat jalur belakang.

Hal ini mengindikasikan bila mereka lakukan proses secara sembunyi-sembunyi untuk masuk ke negara Malaysia.

“Saya meyakini mereka diproses secara non prosedural alias ilegal, apalagi dari mereka tak dapatkan pendidikan maupun pelatihan dari BLK,” ujarnya.

BACA JUGA  Sakit dan Minta Dipulangkan, PMI Asal Karawang Diduga Korban TPPO, sebut Diberangkatkan PT BAHANA

Dari informasi yang disampaikan ketiga CPMI tersebut, mereka direkrut pemroses bernama Kokom asal Purwakarta.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *