Sakit Tak Kuat Bekerja, PMI Asal Sukabumi Minta Dipulangkan Diduga Korban TPPO
Sukabumi // Bramastanews_Susilawati (36) warga asal Kabupaten Sukabumi Jawa Barat yang kini berada di negara Qatar sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) meminta untuk dipulangkan ke tanah air.
Kondisi kesehatan yang menurutnya terus memburuk, membuatnya tak mampu lagi untuk melakukan aktivitas pekerjaannya di rumah sang majikan.
Susilawati mengaku diberangkatkan ke negara penempatan pada 27 Oktober 2025.
“Saya diberangkatkan oleh sponsor atas nama Biraja. Awalnya saya bekerja dengan baik, namun saya alami sakit, dan kini saya sudah tak kuat karena sakit saya bukan cuma demam. Sudah tiga hari ini saya kencing berdarah, kemarin saya dibawa ke Rumah Sakit sama majikan,” ungkapnya melalui video yang dikirimnya.
“Rencananya hari ini saya mau dipulangkan ke kantor Syarikah, tapi saya tidak mau untuk bekerja lagi karena badan saya makin melemah, saya semakin tidak kuat,” tambahnya kemudian.
Lebih lanjut disampaikannya bila kini ia berharap bantuan dari Posko Pengaduan PMI untuk membantu proses kepulangannya ke tanah air.
Susilawati diduga diproses keberangkatannya secara non prosedural, seperti yang saat ini marak terjadi.
Diduga Susilawati dipaksakan berangkat ke Timur Tengah meski kondisi kesehatannya tidak fit.
Sehingga pada akhirnya, pasca diperkerjakan di negara penempatan, kondisi kesehatan yang sesungguhnya mulai terlihat bila Susilawati idap penyakit yang seharusnya terdeteksi sebelumnya.
Dugaan upaya paksa sang pemroses untuk memberangkatkan calon Pekerja Migran ke negara penempatan sudah bukan menjadi rahasia.
Dalam beberapa kasus yang ditemukan sebelumnya, seorang PMI yang dalam kondisi hamil muda bahkan tetap dapat berangkat sebagai PMI, hingga akhirnya tiba di negara Timur Tengah.
Motif keuntungan yang lumayan menggiurkan terkesan menghalalkan segala cara bagi para pemroses untuk memberangkatkan calon Pekerja Migran meski kondisi kesehatan dan usia tak lagi memungkinkan.
(Red)










