Meski Sakit, CPMI Asal Sukabumi Dipaksa Berangkat ke Timur Tengah Diduga Korban TPPO
Sukabumi // Bramastanews_Seorang pekerja migran Indonesia asal Sukabumi, Jawa Barat mengungkap proses pemberangkatan non prosedural yang dialaminya hingga ia akhirnya sampai di negara penempatan Timur Tengah.
Euis Rela (36) mengaku direkrut Herman, kaki tangan pemroses bernama Irfan yang dikabarkan telah lama malang melintang dalam perekrutan pekerja migran tujuan Timur Tengah.
Pasca jalani medical check up pada (22/12/2025), kondisi ER dinyatakan tidak sehat alias unfit akibat penyakit paru-paru.
Sayangnya, ER tetap diproses keberangkatannya hingga pada (28/12/2025) diberangkatkan ke Jakarta oleh sang pemroses.
Sesampainya di Jakarta, ER sebut handphonenya disita, selanjutnya ER jalani medical check up untuk yang kedua kalinya.
ER dapat info Visa atas namanya telah terbit sehingga ia dinyatakan siap terbang.
ER akui saat itu dirinya tak dapat berbuat apa-apa sebab tak dapat berkomunikasi akibat handphonenya disita, hingga akhirnya ER diantar ke Bandara untuk ikut penerbangan dan akhirnya tiba di kota Dubai, Uni Emirat Arab.
Sesampainya di negara penempatan, ER kembali merasakan keluhan kesehatan yang dialaminya seperti sebelum ia diberangkatkan.
Beberapa kali ER mengaku dibawa sang majikan untuk jalani pemeriksaan kesehatan di beberapa Rumah Sakit berbeda, hasilnya, ER dinyatakan alami kerusakan pada organ paru.
Sayangnya, meski hasil pemeriksaan kesehatan di beberapa Rumah Sakit berbeda menyatakan kondisi paru ER alami kerusakan, sang majikan tetap memaksakan ER untuk tetap bekerja.
Kini ER mengaku sudah tak kuat melakukan aktivitas pekerjaannya, sebab kerap alami sesak nafas saat naik turun tangga di rumah sang majikan.
ER berharap kepada pemerintah Indonesia agar ia segera dapat dipulangkan ke kampung halamannya.
(Red/Tim)










