, ,

Tragis..!! Lansia Tewas saat Perbaiki Sumur Toko Bangunan di Darangdan, Keluarga Almarhum Hanya Diberi Rp 1,5 Juta?

oleh -39 Dilihat
oleh

Tragis..!! Lansia Tewas saat Perbaiki Sumur Toko Bangunan di Darangdan, Keluarga Almarhum Hanya Diberi Rp 1,5 Juta?

Purwakarta // Bramastanews_Nasib naas dialami Adul (alm_60th) warga asal Kampung Tegalsapi, Desa Neglasari, Kecamatan Darangdan, Purwakarta.

Pada (3/8/2026) ia dikabarkan tertimpa batu bata saat memperbaiki sumur sedalam puluhan meter di Kampung Darangdan.

BACA JUGA  *Pangdam III/Siliwangi Serahkan Santunan Rumah dan Motor kepada Ahli Waris Korban Kecelakaan Parongpong Kab Bandung Barat*.

Susunan batu bata yang sedang dieret menggunakan tali rekan kerjanya (kenek) dikabarkan jatuh dan menimpa area bagian kepala almarhum.

Diduga akibat tertimpa batu bata tersebut, almarhum dikabarkan meninggal dunia dilokasi kejadian.

Dari informasi yang diperoleh, sumur tersebut berada di area Toko Matrial bangunan milik seorang pengusaha bernama H. Dadan, warga Desa Nangewer yang dikelola manantunya.

“Toko Bangunannya berada di Darangdan, cuma pemiliknya orang Desa Nangewer,” ujar seorang narasumber.

BACA JUGA  *Keluarga Besar Kodam III/Siliwangi Sampaikan Empati dan Duka Cita Mendalam atas Kecelakaan Beruntun di Cisarua*

Saat dikonfirmasi di Toko Bangunan miliknya yang berada di Nangewer, H. Dadan membenarkan peristiwa tersebut.

Ia juga membenarkan perihal jumlah uang yang diberikan kepada pihak keluarga almarhum sebesar Rp 1,5 juta rupiah.

Menurutnya, perbaikan yang dilakukan almarhum saat itu merupakan bagian dari garansi atau jaminan pemeliharaan, sebab penggalian awalnya dilakukan oleh yang bersangkutan.

Sikapi hal tersebut, Kepala Desa Neglasari sampaikan keprihatinannya atas pemberian uang duka dengan jumlah yang menurutnya tak layak bahkan dikatakannya tak berperikemanusiaan.

BACA JUGA  Sakit-sakitan..!! TKW Asal Darangdan Purwakarta Minta Pulang Diduga Korban Proses Non Prosedural Sebut PT Bahana

“Saat itu kita membuatkan surat perdamaian agar tidak ada tuntutan yang kemudian dibawa Ketua RT ke rumah keluarga almarhum. Saya kira jumlahnya (uang duka) Rp 15 juta atau Rp 25 juta, kalau Rp 1,5 juta mah biadab banget. Saya juga emosi mendengarnya,” tegas Kades Neglasari.

Lebih lanjut Kades berharap pihak keluarga almarhum mendapatkan kompensasi atau uang duka yang layak dari pihak yang mempekerjakan.

“Sebenarnya kalau ranah soal uang saya tidak mau ikut campur, tapi kalau seperti ini mah kayak anggap warga saya seperti hewan saja,” tambah Kades Neglasari.

BACA JUGA  BP Tapera Dorong Program Perumahan Kepulauan Nias, BSPS 2026 Jangkau Seluruh Wilayah

Hingga berita diterbitkan awak media belum mendapatkan informasi resmi dari pihak Kepolisian setempat perihal kronologi lengkap peristiwa kecelakaan di wilayah Darangdan tersebut.

(Red_)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *