Bandung, – Bramastanews.com
Sebanyak 15 pasangan di Kota Bandung resmi mendapatkan pengesahan pernikahan dalam program nikah massal yang digelar Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung dalam rangka Hari Jadi ke-216 Kota Bandung (HJKB 216).
Dari total 15 pasangan tersebut, sebanyak 10 pasangan muslim dan lima lainnya merupakan pasangan non-muslim.
Salah satu peserta, David Septian, mengaku bahagia sekaligus terharu bisa mengikuti program tersebut. Ia mengetahui informasi nikah massal melalui media sosial Instagram Pemkot Bandung.
“Kalau untuk infonya kita dapatnya dari IG-nya langsung. Iseng-iseng lihat terus ada postingan tentang nikah gratis, terus kita coba-coba ikut, ternyata lolos,” kata David, Rabu (23/9/2026).
Menurutnya, program tersebut sangat membantu dari sisi penghematan biaya karena berbagai kebutuhan pernikahan difasilitasi pemerintah.
“Keuntungannya dari segi hemat biaya, fasilitas juga difasilitasi oleh Pemerintah Kota Bandung. Untuk hantaran dan hadiah lain-lainnya juga diberikan oleh Pemkot untuk setiap pasangan,” ujarnya.
Bagi David, yang terpenting adalah niat untuk membangun rumah tangga, bukan gengsi pesta besar.
“Kalau untuk gengsi sih mungkin kalau dari kami berdua enggak. Cuma kalau untuk saudara sama keluarga mungkin ada kayak gitu. Cuman kita berdua berusaha meyakinkan mereka kalau ini baik, niatnya baik,” ucapnya.
Ia berharap program serupa dapat kembali digelar agar semakin banyak pasangan terbantu.
“Semoga tahun depan bisa ngadain lagi acara nikah gratis buat pasangan-pasangan di luar sana yang ingin menikah juga,” tuturnya.
Sementara itu, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengatakan pasangan muslim tidak hanya mendapatkan layanan administrasi kependudukan tetapi juga melaksanakan prosesi pernikahan bersama Kantor Urusan Agama (KUA).
“Hari ini kita sudah memberikan pengesahan pernikahan terhadap 15 pasangan, 10 pasangan muslim, 5 pasangan non-muslim,” kata Farhan.
Untuk lima pasangan non-muslim, Pemkot Bandung menyerahkan dokumen pencatatan sipil berupa akta pencatatan perkawinan, Kartu Keluarga baru serta KTP dengan status perkawinan yang telah diperbarui. Sementara 10 pasangan muslim mendapatkan buku nikah, KK baru dan KTP baru.
Farhan menegaskan program tersebut merupakan bagian dari upaya Pemkot Bandung memastikan seluruh warga mendapatkan layanan administrasi kependudukan secara merata.
“Terpenting semua warga negara Indonesia di Kota Bandung harus mendapatkan layanan Dukcapil untuk pernikahan yang merata,” ujarnya.
Ia juga mendorong generasi muda untuk tidak ragu menikah secara sederhana di KUA pada jam kerja karena gratis.
“Pada dasarnya kami ingin mendorong semua orang melakukan akad nikah dengan sederhana, jam kerja, hari kerja di KUA. Karena itu sudah pasti gratis dan insyaallah akan dimudahkan untuk mendapatkan KTP status baru dan juga kartu keluarga baru,” katanya.
“Tapi bukan berarti kemudian melarang atau menghalangi untuk yang mau nikah di akhir pekan. Hak itu mah. Yang penting nikah, jangan sampai nggak nikah,” ucap Farhan.
Tak hanya layanan pernikahan, para peserta nikah massal juga mendapatkan hadiah bulan madu di hotel berbintang. Hadiah tersebut merupakan dukungan dari Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) serta Perhimpunan Riung Priangan.
“Iya, ada hadiah bulan madu dari teman-teman di Kadin dan juga dari Persatuan Riung Priangan, para GM hotel berbintang di Kota Bandung,” ungkapnya.
*nengsih”












