Kultura Persib” di Braga: Pameran Seni Pertama di Asia, Ceritakan Sejarah Persib dari Berdiri Hingga Hattrick 2026

oleh -39 Dilihat
filter: 0; jpegRotation: 180; fileterIntensity: 0.000000; filterMask: 0; module:1facing:0; hw-remosaic: 0; touch: (-1.0, -1.0); modeInfo: ; sceneMode: Night; cct_value: 0; AI_Scene: (-1, -1); aec_lux: 48.0; hist255: 0.0; hist252~255: 0.0; hist0~15: 0.0;

Bandung, – Bramastanews.com.

Jalan Braga kembali hidup. Grey Art Gallery No. 47 resmi membuka pameran seni bertajuk “Kultura Persib” mulai 9 Juni hingga 10 September 2026. Ini pameran pertama di Asia dan ketiga di dunia yang khusus mengangkat Persib sebagai objek budaya.Senin 8/6/2026.

Gagasan pameran lahir dari dua arsitek muda, Alia Elia Yoesman dan Grace Christianti. Keduanya adalah founder sekaligus penggagas Grey Art Gallery. Mereka ingin Braga jadi wadah kreasi, pameran seni rupa, dan ruang kolaborasi seniman lokal hingga internasional.

“Grey kami dirikan sebagai rumah bagi seniman. Kultura Persib jadi bukti bahwa ruang ini bisa merayakan identitas Bandung,” ujar Elia dan Gres saat pembukaan,

 

Pameran ini murni hasil kurasi Grey Art Gallery bersama para seniman. Lewat open call dan undangan khusus, 70 kontributor terpilih. Total 95 objek karya dipamerkan, mulai lukisan, mural, instalasi, arsip sejarah, foto dokumentasi, sampai buku langka.

 

BACA JUGA  Output dan Outcome Pemerintahan Transformasi Harus Terasa

Salah satu karya paling mencuri perhatian adalah patung karya Imong, nama panggung Erwin Windu Pranata. Seniman patung dan instalasi ini membuat 4 patung tokoh penting Persib: Indra Thohir, H. Umuh Muchtar, Jajang Nurjaman, dan Bojan Hodak.

Acara pembukaan dihadiri jajaran penting. Tampak H. Umuh Muchtar selaku Pembina Persib, Wakil Gubernur Jabar H. Erwan Setiawan, Sekdis Disbudpar Kota Bandung dan Provinsi Jabar, 2 pemain Persib, para tokoh Bobotoh, serta puluhan awak media.

H. Umuh mengaku terharu patungnya dipajang berdampingan dengan legenda lain. “Saya senang sekali bisa hadir. Banyak yang belum tahu sejarah Persib. Lewat media dan pameran ini, khalayak jadi tahu. Luar biasa,” katanya.

BACA JUGA  Wamendagri Pantau Percepatan Pembentukan Koperasi Desa Merah Putih Garut

Ia juga menyinggung target Persib ke depan. “Alhamdulillah kita dapat pelatih bagus. Mudah-mudahan ke depan raih gelar lebih banyak lagi. Tapi saya tekankan, saya ini pembina, bukan komisaris. Boleh mewakili, tapi jangan berlebihan,” tegasnya sambil berkelakar.

Wagub Erwan menyambut positif inisiatif Grey. Menurutnya, pameran ini menghidupkan dua dunia sekaligus: olahraga dan seni. “Semoga ini jadi awal kebangkitan seniman Jabar untuk lebih berkreasi. Masyarakat juga jadi tahu sejarah Persib dari berdiri sampai hattrick juara 2026,” ujarnya.

Erwan juga menyorot sepak bola usia dini. “Di Jabar hampir semua SD ekskulnya pilih sepak bola. Itu bukti animo besar. Ke depan kita dorong Persib bukan hanya juara Liga Indonesia, tapi bicara di Asia,” tegasnya.

BACA JUGA  Peredaran Rokok Tanpa Cukai Semakin Marak, Negara Dirugikan

Ia bahkan memastikan kerja sama Grey Art Gallery dengan Pemprov akan berlanjut. “Hubungan ini akan kita buat berkelanjutan. Segera ada MoU antara Pemprov Jabar dan Grey Art Gallery,” ucap Erwan.

Elia dan Gres menambahkan, pameran ini output nyata untuk seniman Jabar. “Semoga seniman lebih sehat berkarya. Pameran ini bikin masyarakat tahu sejarah Persib secara visual dan personal, bukan hanya dari statistik,” kata Gres.

Salah satu daya tarik ada di lantai atas galeri. Karya dan arsip kiriman langsung dari Bobotoh dipajang di sana. Ada mural bapak-anak, ada cerita Bobotoh era 90-an yang rela memanjat pohon demi nonton Persib.

Tiket masuk Rp25.000 weekday dan Rp35.000 weekend. Pengunjung boleh foto, tapi dilarang menyentuh arsip, jersey koleksi, dan karya demi menjaga kelestarian.

Grey Art Gallery berharap “Kultura Persib” jadi jembatan. Persib dilihat bukan cuma klub bola, tapi identitas budaya Bandung yang hidup dan diwariskan melalui lintas generasi.

Rep nengsih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *