Pengusaha Muda Rudi Herdianto, pelaku UMKM komoditi pangan ayam, sayuran, dan buah-buahan asal Bandung, hadir dan menerima penghargaan Perseroan Perorangan pada Festival Layanan AHU Berdampak. Acara digelar di Conference Trans Studio, Bandung, Senin (31/8/2026).
Festival Pelayanan AHU Berdampak 2026 sendiri menjadi momentum bagi pelaku usaha untuk mendapatkan pemahaman mengenai layanan Administrasi Hukum Umum (AHU) serta berbagai aspek hukum yang berkaitan dengan kegiatan usaha.

“Saya mulai mengkreasi sistem dan membangun perusahaan sejak pasca covid dari 2021 sampai hari ini. Saya sendiri dan ada rekan saya, berdua,” cerita Rudi.

Usaha kerasnya membuahkan hasil signifikan. Setelah mendirikan PT, omzet usahanya melonjak 500-600 persen.
“Alhamdulillah omzet kami terus meningkat. Sebelumnya kisaran Rp30-40 juta. Laporan keuangan kami terakhir di bulan Juli itu di kisaran Rp240 juta,” ujarnya bangga.
Saat ini Rudi tengah berekspansi. Ia berencana membuka Rumah Potong Hewan (RPH) baru di Cimindi, Cimahi. Itu akan menjadi RPH kedua miliknya.
Ia berharap edukasi dan informasi yang diperoleh melalui Festival Pelayanan AHU Berdampak 2026 dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat pondasi usaha, termasuk dari sisi legalitas, tata kelola, serta pengembangan bisnis ke depan.
Ke depan, Rudi memiliki 2 program utama. Pertama, menambah cabang usaha baru. Kedua, mengajak UMKM lain untuk naik kelas.
“Saya ingin UMKM ini bisa naik kelas. Bukan hanya bermain di bawah, tapi bagaimana mencetak omzet bukan hanya puluhan juta tapi ratusan juta. Bukan lagi bisnis ini dikuasai company besar saja,” tegasnya.
*Pesan untuk Gen Z dan Pemerintah*
Sebagai anak muda, Rudi menitipkan pesan untuk generasi sebayanya.
“Untuk Gen Z, tolong bedakan mana menikmati masa muda dan mana menghancurkan masa depan. Masa muda itu hanya sekali. Lakukan hal-hal yang baik dan berguna. Karena persaingan begitu ketat. Kalau anda tidak berani memimpin, maka orang yang akan memimpin diri anda,” Pesannya.
Untuk pemerintah, Rudi berharap kegiatan seperti Festival AHU Berdampak Harus sering dilakukan dan menjangkau masyarakat bawah.
“Tolong jangkau masyarakat yang ada di bawah. Karena literasi digital dan akses mereka kurang bagus. Jadi seringlah melakukan pendekatan dan berani terjun ke bawah. Itu juga sudah dilakukan oleh Kementerian Hukum sejauh ini,” harapnya.
Menurut Rudi, tantangan UMKM saat ini sudah bergeser. “Dulu kita nggak punya market. Sekarang marketnya udah ada. Kita kurang di modal. tetapi Sekarang kita butuh tambahan uang modal Usaha.” pungkasnya.
*nengsih*












