Pemkot Cimahi Kebut Target Percepatan 1 Bulan Jembatan Raden Demang Harjakusumah

oleh -22 Dilihat

Cimahi, – Bramastanews. Com.

Pemerintah Kota Cimahi Kebut Target Percepatan 1 Bulan Jembatan Raden Demang Harjakusumah dan menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan akibat kepadatan lalu lintas dalam beberapa hari terakhir.

Kemacetan terjadi setelah diberlakukannya rekayasa lalu lintas seiring pembangunan Underpass Gatot Subroto dan perbaikan Jembatan Raden Demang Harjakusumah.

Wali Kota Cimahi Ngatiyana mengatakan, pihaknya memahami dampak yang dirasakan warga. Terutama pada jam sibuk yang membuat waktu tempuh menjadi lebih panjang.

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kota Cimahi, saya menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pengguna jalan yang melintasi Kota Cimahi,” ujar Ngatiyana, Kamis (20/8/2026).

Baik warga Cimahi maupun masyarakat dari luar Cimahi merasakan gangguan perjalanan menuju tempat kerja maupun sekolah.

Menurut Ngatiyana, saat ini ada sejumlah pekerjaan infrastruktur yang berlangsung bersamaan di wilayah Cimahi.

Pembangunan Underpass Gatot Subroto merupakan program Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Sementara Pemerintah Kota Cimahi juga tengah melakukan perbaikan Jembatan Raden Demang Harjakusumah.

BACA JUGA  Polres PALI Gelar Razia Terpadu, Guna Antisipasi Gangguan 3C, Sajam, Narkotika, Lahgun Senpi,Judi, Miras, Street Crime & Kamtibmas

Di sisi lain, pembangunan Flyover Pusdikpom yang merupakan program pemerintah pusat juga ikut menjadi bagian persoalan infrastruktur perlintasan.

Ngatiyana menjelaskan, perbaikan Jembatan Raden Demang Harjakusumah dilakukan karena kondisi jembatan mengalami penurunan.

Langkah itu perlu segera ditangani untuk mencegah risiko kerusakan lebih besar.

“Perbaikan ini harus dilakukan agar tidak terjadi kerusakan, bencana, atau hal-hal yang dapat membahayakan dan memakan korban,” katanya.

Pemerintah Kota Cimahi memastikan kemacetan yang terjadi menjadi bahan evaluasi langsung.

Salah satu langkah yang telah dilakukan adalah mengevaluasi rekayasa lalu lintas di sekitar Underpass Sriwijaya.

Kini diberlakukan sistem contraflow atau dua arah untuk mengurai kepadatan.

Wakil Wali Kota Cimahi Adhitia Yudisthira mengatakan, perubahan rekayasa dilakukan bersama Satlantas Polres Cimahi dan Dinas Perhubungan Kota Cimahi.

“Kami haturkan beribu-ribu maaf atas kejadian macet yang terjadi,” ujar Adhitia.

“Hari ini saya coba cek bagaimana caranya supaya ada solusi untuk warga Cimahi agar tidak terjadi kemacetan yang begitu parah seperti kemarin,” tambahnya.

BACA JUGA  Kantor Desa Linggarsari Jadi Tempat Sembako Untuk Bansos BPNT, Pihak Desa di Duga Dapat Setoran

Hasil evaluasi awal menunjukkan pemberlakuan contraflow di Underpass Sriwijaya mampu membantu mengurai kepadatan pagi dan sore hari.

Selain itu, personel pengaturan lalu lintas juga ditambah. Petugas dari Dishub, TNI, dan Polri ditempatkan di sejumlah titik.

Pemkot Cimahi juga terus berkoordinasi dengan Pemprov Jabar dan pihak pelaksana Underpass Gatot Subroto.

Salah satu yang didorong adalah menjaga ruas jalan yang masih bisa dilalui agar tetap digunakan sebelum pembongkaran masif.

Langkah ini diharapkan mengurangi penumpukan kendaraan atau bottleneck.

Percepatan perbaikan Jembatan Raden Demang Harjakusumah juga menjadi perhatian. Pekerjaan menggunakan metode hydraulic static dynamic pile.

“Kalau bisa, yang sebelumnya ditargetkan 90 hari, kita dorong agar satu bulan jembatan Pemkot sudah bisa dilalui kembali,” kata Adhitia.

Apabila secara teknis dan keselamatan memungkinkan, kendaraan akan diupayakan kembali melintas.

Pemkot Cimahi juga berupaya mengatur tahapan pekerjaan agar tidak semua ruas jalan terdampak ditutup bersamaan.

BACA JUGA  DPRD Kota Bandung Serahkan Nama  PasanganWali Kota Dan Wakil Wali Kota  Bandung Terpilih ke Mendagri untuk Ditetapkan

Ruas Jalan Gatot Subroto diupayakan tetap dapat dilalui dengan keterbatasan lajur.

Adhitia menegaskan, rekayasa lalu lintas yang sebelumnya disiapkan masih perlu disempurnakan sesuai kondisi di lapangan.

Ia menambahkan, Cimahi merupakan kota perlintasan dan bagian aglomerasi. Sehingga gangguan satu ruas jalan berdampak luas.

“Ketika ada penutupan ruas jalan, dampaknya bisa luar biasa,” katanya.

Pemerintah Kota Cimahi juga akan terus mendorong penyelesaian perlintasan sebidang, termasuk Flyover Pusdikpom dari Kementerian Perhubungan.

Koordinasi dengan pemerintah pusat akan terus dilakukan untuk kepastian kelanjutan pembangunan tersebut.

Ngatiyana menegaskan, semua pembangunan infrastruktur diarahkan untuk meningkatkan keselamatan, konektivitas, dan kualitas mobilitas masyarakat.

Namun manfaat itu baru dirasakan jangka panjang. Sementara masyarakat harus menghadapi dampaknya selama proses pembangunan.

Karena itu, Pemkot Cimahi berkomitmen melakukan pengawasan, evaluasi rekayasa lalu lintas, memperkuat pengaturan, mempercepat pekerjaan, serta memperkuat koordinasi dengan Pemprov, pemerintah pusat, TNI, Polri, dan pelaksana.

*nengsih*

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *