DORONG JADI WARISAN DUNIA UNESCO, KOTA BANDUNG GELAR SEMINAR KAWASAN KONFERENSI ASIA-AFRIKA

oleh -17 Dilihat

BANDUNG– Bramastanews.com.

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung kembali menggelar seminar tahunan bertajuk “Reaktualisasi Nilai Bandung Spirit dalam Penataan Kawasan Asia Afrika yang Inklusif dan Berkelanjutan Menuju Warisan Dunia UNESCO”

Kegiatan yang merupakan rangkaian Asia-Afrika Festival ini dilaksanakan di Hotel Savoy Homann, Jl. Asia Afrika, Bandung, pada Jumat, 10 Juli 2026.

Seminar tahun kedua ini dihadiri oleh unsur akademisi, seniman, budayawan, perwakilan pemerintahan, serta masyarakat umum. Turut hadir Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung, ” Adi. J. Mustafa”

Dalam sambutanntannya Adi J Mustafa Kadis Disbudpar Kota Bandung, menyampaikan dukungan penuh terhadap upaya pengusulan tersebut. Ia menilai kawasan Asia-Afrika adalah identitas dan harga diri Kota Bandung yang harus dirawat.

“Kami berharap seminar ini menguras pemahaman kita semua tentang pentingnya menjaga warisan dunia. Jika berhasil, ini akan menempatkan Bandung di peta dunia bukan hanya karena sejarah, tapi juga karena komitmen kita merawatnya,” ujar Adi

BACA JUGA  Ketua DPP KKJN Cimahi Apresiasi Srikandi Media Indonesia
“Kepala Bidang Pengkajian Budaya Disbudpar Kota Bandung, Andika Indra Arifiana, S.Sos.,M.AP” dalam wawancaranya menyampaikan bahwa seminar ini memiliki 3 tujuan utama.

“Pertama, kami ingin menyampaikan sejauh mana persiapan Kota Bandung dalam mengusulkan Kawasan Konferensi Asia-Afrika menjadi Warisan Dunia UNESCO. Kedua, menghidupkan kembali nilai-nilai Bandung Spirit agar menyatu dalam kebijakan publik dan praktik pembangunan. Ketiga, mendorong tumbuhnya sikap kritis masyarakat untuk bersama-sama bergerak berlandaskan Bandung Spirit,”_ jelas Andika.

Lebih lanjut, Andika menegaskan bahwa pengusulan Kawasan Asia-Afrika bukan hanya untuk mengenang sejarah Konferensi Asia-Afrika 1955.

BACA JUGA  KKJN Kota Cimahi Sukses Dan Lancar Pagelaran Lomba Pasanggiri Jaipong Ke.5 Rebutkan Piala Wali Kota

“Ini bukan hanya memori. Ini adalah sejarah yang harus dikembangkan dan diakui dunia. Masuk ke dalam Tentative List UNESCO saja prosesnya tidak mudah. Makanya warisan ini harus menjadi kebanggaan dan tanggung jawab kita bersama untuk dijaga,”tambahnya.

Berbeda dengan pelaksanaan tahun lalu yang fokus pada simposium akademik, tahun ini Disbudpar juga memberikan ruang bagi pelaku UMKM Kota Bandung. Hal ini bertujuan untuk memperkenalkan produk-produk lokal kepada para delegasi dan tamu undangan.

“Karena saya sebelumnya di bidang promosi pariwisata, kami rasa penting juga menghadirkan UMKM. Selain menghadirkan pemikir, kita juga harus mengangkat ekonomi kreatif,” ungkap Andika.

BACA JUGA  Film LRT Bumi Langit Dukung Karakter Anak Bangsa: Anggota DPRD Bandung Dorong Penayangan di Sekolah"

Seminar ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam penguatan identitas Kota Bandung sebagai Kota Sejarah Dunia, sekaligus mendorong penataan Kawasan Asia-Afrika yang inklusif dan berkelanjutan sesuai visi Wali Kota Bandung.

Kawasan Asia-Afrika di Kota Bandung merupakan lokasi bersejarah pelaksanaan Konferensi Asia-Afrika pada tahun 1955. Nilai-nilai Bandung Spirit yang lahir dari konferensi tersebut menjadi warisan pemikiran dunia tentang solidaritas, kemerdekaan, dan kerja sama antar bangsa Asia-Afrika.

Nengsih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *