Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Revi Model Akademi (RMA) menawarkan standar baru pendidikan modeling dan akting di Kota Bandung. Berlokasi di Jalan Mutumanikam, RMA hadir dengan kurikulum terstruktur di bawah naungan dan sertifikasi Dinas Pendidikan.
Pendiri LKP RMA, Bunda Revi, menyampaikan hal itu saat diwawancarai awak media di sela Halal Bihalal FPLKP, Gedung Indonesia Merah Putih Telkom Bandung, Rabu, 22/04/2026. Ia menilai minimnya lembaga resmi dengan modul ajar jadi alasan RMA didirikan.
Menurut Bunda Revi, industri kreatif saat ini menuntut talenta yang tidak hanya bisa berpose atau jalan di catwalk. “Di era digital, anak muda wajib punya nilai tambah: etika, mental kuat, wawasan budaya, dan percaya diri. Itu fondasi yang kami bangun di RMA,” tegasnya.

RMA telah berjalan tujuh tahun dengan capaian lebih dari 1.000 lulusan. Sebagian alumni kini aktif di industri hiburan nasional hingga internasional. Capaian ini jadi bukti pelatihan terstruktur mampu melahirkan SDM siap kerja di bidang kreatif.
Proses pembelajaran di RMA digelar berkala. Wisuda dilakukan tiap enam bulan. Desember lalu, 250 siswa resmi diwisuda. Per April 2026, RMA membina 150 siswa aktif yang terbagi dalam 10 kelas. Setiap kelas dibatasi 15 peserta agar pendampingan tetap optimal.
Segmen peserta RMA luas, mulai usia 4 tahun sampai remaja. Untuk anak usia dini, metode belajar dikemas lewat permainan dan stimulasi motorik. Jenjang usia sekolah dan remaja diarahkan pada penguatan karakter, etika profesi, dan kepercayaan diri.
“Menjadi model adalah bonus. Target utama kami membentuk pribadi yang tangguh, santun, dan berintegritas,” ujar Bunda Revi. Ia menegaskan RMA tidak sekadar mencetak penampil, tapi manusia unggul yang siap bersaing secara sehat.
Bandung sebagai kota fashion punya ekosistem kuat untuk tumbuhnya industri modeling dan akting profesional. Namun potensi itu perlu didukung kebijakan yang jelas. Tanpa regulasi dan pembinaan, talenta muda rentan masuk ke ruang kerja yang tidak terlindungi.
Bunda Revi berharap Pemerintah Kota Bandung lebih serius melihat peran lembaga kursus bersertifikat. Dukungan bisa berbentuk kemitraan program, fasilitasi sertifikasi kompetensi, hingga pelibatan RMA dalam agenda fesyen dan ekonomi kreatif kota. “Lulusan yang terdidik secara profesional akan balik memperkuat citra Bandung sebagai barometer fashion nasional,” katanya.

Dengan pendekatan berbasis kurikulum dan penguatan karakter, LKP Revi Model Akademi menargetkan lahirnya generasi model dan aktor yang tidak hanya laris di pasar, tapi juga membawa nama baik daerah. Kolaborasi dengan pemerintah diyakini jadi kunci agar standar ini bisa meluas dan berkelanjutan.
*nengsih*











