Komunitas Peduli Badaya Sunda dan CGF Film Jawa Barat menggelar diskusi Revitalisasi Cerita Kabayan di Pusat Dakwah Indonesia Bandung (PUSDAI). Acara ini bertujuan menghidupkan kembali tokoh legenda Jawa Barat, Kabayan, melalui produksi film layar lebar.
Penggagas, Supandi dan Deni, menuturkan bahwa kegiatan ini merupakan gerakan literasi untuk meningkatkan kecintaan masyarakat, terutama generasi muda, terhadap budaya dan tradisi Jawa Barat. “Aing Kabayan” diharapkan dapat menjadi contoh cerita rakyat yang menarik dan kaya pesan moral.
Sutradara Chandra Gautama akan menggarap film ini dengan harapan dapat mengembalikan ketertarikan masyarakat Jawa Barat akan tradisi cerita dan meningkatkan pengetahuan serta kecintaan mereka terhadap tanah Sunda.
Tokoh Kabayan dipilih karena merupakan salah satu contoh cerita rakyat yang menarik dan dikenal masyarakat luas. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan dapat menjadi pemicu bagi masyarakat untuk mencintai budaya literasi seperti membaca dan menulis.
Supandi dan Deni juga menekankan bahwa budaya literasi di Jawa Barat masih minim dilakukan masyarakat. Oleh karena itu, mereka ingin meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya membaca dan menulis.
Revitalisasi Kabayan adalah inovasi program literasi sebagai bentuk rasa cinta, peduli, dan tanggung jawab akan Bahasa Indonesia dan Budaya Daerah. Kegiatan ini juga diharapkan dapat menghidupkan kembali tradisi mendongeng yang sebenarnya dapat berperan besar dalam meliterasikan masyarakat.
Kegiatan ini menargetkan generasi muda sebagai sasaran utama. “Kami ingin menghidupkan kembali Tokoh Kabayan, dengan ke Luguan, kecerdasan dan Humorisnya,” kata Supandi.
Dengan adanya film “Aing Kabayan”, diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam Budaya Jawa Barat dan meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap warisan budaya mereka.
Acara ini juga dihadiri oleh beberapa tokoh masyarakat dan budayawan Jawa Barat, yang memberikan dukungan dan motivasi untuk kesuksesan film ini.
Dengan demikian, “Aing Kabayan” diharapkan dapat menjadi salah satu contoh film yang dapat menghidupkan kembali tradisi dan budaya Jawa Barat,
Rep
meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap warisan budaya mereka. 😊










