Firdaus Hasbullah: Hari Santri 2025 Momentum Santri Jadi Pelopor Peradaban Dunia

oleh -177 Dilihat
Oplus_131072

Palembang – Bramastanews.com, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) sekaligus Ketua PGK Sumatera Selatan, Firdaus Hasbullah, SH., MH., menyerukan agar Hari Santri Nasional 2025 dijadikan momentum kebangkitan nilai perjuangan dan kontribusi santri dalam membangun bangsa dan peradaban dunia.

Hal itu ia sampaikan dalam rangka memperingati Hari Santri yang bertepatan pada setiap 22 Oktober, hari santri tahun 2025 kali ini mengusung tema Hari “Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Dunia”.

Menurut Firdaus, Hari Santri bukan hanya ritual tahunan, tetapi panggilan moral untuk menghidupkan kembali semangat keikhlasan, keilmuan, akhlak mulia, dan cinta tanah air sebagaimana diwariskan para ulama dan santri terdahulu.

BACA JUGA  Anggaran Publikasi DPRD PALI Rp 1,6 M Jadi Sorotan, Transparansi Pengelolaan di Pertanyakan

“Hari Santri tahun ini, mengajak kita bukan sekadar menjaga kemerdekaan, tapi juga melanjutkan amanah besar membumikan nilai keislaman, kebangsaan, dan kemanusiaan,” ujar Firdaus, Selasa (22/10/2025).

Politisi dari Partai Demokrat yang juga dikenal aktif dalam kegiatan sosial keagamaan itu, menyampaikan empat komitmen penting dalam memperkuat peran pesantren dan santri di era modern.

Pertama, kata Firdaus, pihaknya mendukung penguatan lembaga pesantren sebagai pusat pendidikan keimanan dan keilmuan yang modern, tetapi tetap berakar pada nilai-nilai tradisi Islam.

“Santri harus siap bersaing secara global tanpa kehilangan jati diri keislaman dan kebangsaan,” tegasnya.

BACA JUGA  Bos CV Gantik Bantah Tudingan Soal Limbah B3 ? 

Kedua, ia memastikan bahwa kebijakan daerah harus memberi ruang yang memadai bagi pengembangan pesantren mulai dari pembinaan akhlak, kesejahteraan santri dan guru-kiai, hingga fasilitas pendukung yang layak.

Ketiga, Firdaus mendorong agar pesantren mampu menjawab tantangan zaman, seperti kemajuan teknologi, isu lingkungan, dan keberagaman sosial.

“Santri hari ini tidak cukup hanya paham kitab, tapi juga harus adaptif terhadap perubahan dan menjadi pelopor solusi di masyarakat,” ujarnya.

Keempat, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersinergi mendukung peran santri sebagai agen perubahan sosial dan penjaga nilai kebangsaan. Menurutnya, sinergi antara pesantren, masyarakat, dan pemerintah sangat penting untuk menumbuhkan semangat kebersamaan dan toleransi.

BACA JUGA  Diduga Belum Mempuyai Izin, Klinik Mulia Mitra Medika Sudah Buka Praktek

Firdaus juga mengingatkan kembali sejarah Resolusi Jihad KH Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945 yang menjadi tonggak perjuangan santri dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

“Semangat perjuangan itu harus terus hidup di setiap langkah santri masa kini. Mereka bukan hanya penjaga moral, tapi juga pembawa obor peradaban dunia,” ucapnya.

Di akhir pernyataannya, Firdaus mengajak umat Islam untuk mendoakan para santri dan ulama agar senantiasa diberi kekuatan iman, ilmu, dan akhlak mulia.

“Semoga perjuangan para santri menjadi amal jariyah yang menerangi perjalanan bangsa menuju peradaban yang damai, adil, dan berkeadaban,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *