Santri Ponpes di PALI Tolak Makanan MBG Bau Busuk dan Berlendir

oleh -346 Dilihat
Oplus_131072

PALI – Bramastanews.com, Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) kembali menjadi sorotan usai insiden di Pondok Pesantren Mambaul Hikam  Kampus 2 KM 10, Selasa (23/9/2025). Makanan yang dikirim dari dapun MBG Talang Ubi ke yayasan tersebut terpaksa ditolak karena berbau busuk dan berlendir.

“Kami menerima laporan dari guru TK/SD bahwa anak-anak tidak mau makan. Saat ditanya alasannya, mereka menjawab makanannya busuk. Setelah dicek, benar saja sudah basi sampai membuat anak-anak hampir muntah,” tegas perwakilan Yayasan Mambaul Hikmah (24/9).

BACA JUGA  Pj Gubernur Jabar Bertemu Bupati dan Wali Kota Bahas Isu Terkini

Pihak Yayasan langsung mengambil langkah tegas dengan menolak dan mengembalikan makanan ke pihak pengelola sebelum disantap para santri dan santriwati.

Keputusan cepat ini diambil pihak yayasan untuk menghindari hal hal yang tidak diinginkan serta menyelamatkan puluhan anak dari potensi keracunan massal.

Pihak Yayasan Mambaul Hikam langsung berkoordinasi dengan pengelola MBG dan Pengawas. Namun, pihak yayasan menyayangkan sikap pengelola MBG dan bagian gizi yang dinilai tidak serius menanggapi laporan.

Atas jawaban datar pihak MBG dan pengawas tersebut pihaknya merasa bahwa pihak pengelola MBG dan Pengawas terkesan meremehkan dan tidak menghormati penerima manfaat program MBG.

BACA JUGA  𝙈𝙋𝘾 𝙋𝙀𝙈𝙐𝘿𝘼 𝙋𝘼𝙉𝘾𝘼𝙎𝙄𝙇𝘼 𝙆𝘼𝘽𝙐𝙋𝘼𝙏𝙀𝙉 𝙋𝘼𝙇𝙄 𝙎𝙐𝙆𝙎𝙀𝙎 𝙂𝙀𝙇𝘼𝙍 𝘽𝙐𝙆𝘼 𝙋𝙐𝘼𝙎𝘼 𝘽𝙀𝙍𝙎𝘼𝙈𝘼

Yayasan Mambaul Hikmah mendesak agar pemerintah daerah segera memperbaiki sistem distribusi dan pengawasan.

“Jika hal ini tidak ada perbaikan lebih lanjut, mungkin kita akan stop penerimaan manfaat program MBG, bisa jadi sekolah sekolah lain juga akan seperti itu,” tegasnya.

Polemik MBG yang sedang terjadi di beberapa daerah di Sumsel hingga Nasional juga mendapat reaksi keras dari Ketua DPW PGK sekaligus Wakil Ketua DPRD PALI, Firdaus Hasbullah, SH., MH., ia meminta pemerintah untuk menghentikan sementara dan mengevaluasi program Makan Bergizi Gratis (MBG).

BACA JUGA  Pj Bupati Gelar Open House di Rumdin

“Keselamatan anak-anak harus diutamakan, kasus keracunan massal akibat MBG di berbagai daerah bukan sekadar kesalahan teknis, melainkan sistemik, ditambah lagi dengan makanannya kadang sudah bauk tak sedap,” tegasnya.

Menurutnya,  hal ini berkaitan dengan tata kelola di Badan Gizi Nasional (BGN) selaku pelaksana program.

“Hentikan program MBG sekarang juga. Ini bukan kesalahan teknis, tapi kesalahan sistem di BGN, karena kejadiannya menyebar di berbagai daerah,” pungkas Firdaus. (Bm/red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.