Janji Pendidikan Berkualitas Presiden Prabowo Terancam Kandas di SMPN 3 dan SMPN 6 PALI

oleh -490 Dilihat

PALI – Bramastanews.com, 
Komitmen Presiden Prabowo Subianto menjadikan pendidikan sebagai prioritas nasional tengah diuji di lapangan. Meski pemerintah pusat telah mencatatkan alokasi anggaran pendidikan terbesar sepanjang sejarah Indonesia pada 2025.

Kondisi proyek revitalisasi di sejumlah sekolah di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, justru memprihatinkan.

Pemerintahan Presiden Prabowo mencatatkan anggaran  sebesar Rp. 81,6 triliun untuk meningkatkan kesejahteraan guru, termasuk satu kali gaji pokok bagi ASN dan tunjangan profesi Rp. 2 juta per bulan untuk guru non-ASN. Selain itu, anggaran sebesar Rp. 17,15 triliun dialokasikan untuk merehabilitasi 10.440 sekolah negeri dan swasta di seluruh Indonesia.

BACA JUGA  Imbas Tuntutan Rendah, Pelaku Kekerasan Seksual pada Perempuan Disabilitas, DPD PPDI Sulsel Desak Pencopotan Kajari Barru

Namun di Kabupaten PALI, hasil pengecekan lapangan pada Program Revitalisasi Sekolah dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 18,86 miliar untuk 17 satuan pendidikan, memperlihatkan pekerjaan yang jauh dari harapan.

Dari total anggaran tersebut, jenjang SMP menjadi penerima terbesar dengan Rp14,97 miliar untuk 9 sekolah, termasuk SMPN 6 Penukal dan SMPN 3 Tanah Abang.

Di SMPN 6 Penukal, dengan alokasi Rp1,9 miliar, tim liputan tidak menemukan gambar teknis atau rincian jumlah unit bangunan. Lebih parah, pondasi bangunan sebagian tertimbun tanah dan tidak diselesaikan dengan benar.

BACA JUGA  𝙈𝙋𝘾 𝙋𝙀𝙈𝙐𝘿𝘼 𝙋𝘼𝙉𝘾𝘼𝙎𝙄𝙇𝘼 𝙆𝘼𝘽𝙐𝙋𝘼𝙏𝙀𝙉 𝙋𝘼𝙇𝙄 𝙎𝙐𝙆𝙎𝙀𝙎 𝙂𝙀𝙇𝘼𝙍 𝘽𝙐𝙆𝘼 𝙋𝙐𝘼𝙎𝘼 𝘽𝙀𝙍𝙎𝘼𝙈𝘼

Pengecoran dilakukan manual tanpa mesin molen, tidak menggunakan standar K225, sehingga dikhawatirkan mempengaruhi kekuatan dan daya tahan bangunan.

Kondisi serupa terjadi di SMPN 3 Tanah Abang dengan anggaran Rp1,2 miliar. Cor balok dan tiang terlihat tidak padat, bahkan beberapa bagian sompel, mengindikasikan campuran semen, pasir, dan koral tidak sesuai spesifikasi teknis.

Dinding depan bangunan tampak tidak presisi, membuat tata letak bangunan miring dan merusak estetika.

Kasi Intel Kejari PALI, Ridho Darma Armando, SH., MH., menegaskan pihaknya telah mengawal penggunaan anggaran melalui Program Pengamanan Pembangunan Strategis (PPS).
“Pengamanan dilakukan agar setiap satuan pendidikan penerima dana menjalankan program sesuai prosedur, bebas KKN,” tegas Ridho (3/9).

BACA JUGA  Bawaslu PALI : Ingatkan Netralitas dan Komitmen Panwascam dalam Pilkada 2024

Aktivis pemerhati pembangunan Aldi Taher mendesak Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) dan aparat penegak hukum segera turun tangan, sangat disayangkan anggaran revitalisasi pendidikan telan anggaran Miliaran namun kualitas murahan.

“Investasi SDM seharusnya dikerjakan profesional. Jika proyek dikerjakan asal-asalan, masa depan anak-anak kita yang dikorbankan,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, kepala sekolah SMPN 6 Penukal dan SMPN 3 Tanah Abang belum memberikan keterangan resmi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.