Proyek Drainase PUTR PALI Senilai Hampir Rp. 1 Miliar DIduga Terbengkalai Usai Viral

oleh -488 Dilihat

PALI – Bramastanews.com, Proyek penanggulangan banjir yang dikerjakan di Kelurahan Talang Ubi Timur, Kabupaten PALI, kini menuai sorotan tajam. Proyek senilai Rp1 miliar yang digelontorkan melalui APBD 2025 dan dikerjakan oleh Dinas PUTR PALI itu memprihatinkan.

Pantauan media di lapangan pada Selasa (15/7), proyek dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) PALI ini berasal dari APBD 2025, dengan nilai kontrak mencapai Rp. 980.229.000. dan CV. Romessa Jaya. Tim media menemukan fakta mengejutkan, tidak ada papan proyek, tidak ada aktivitas pekerja. Yang tersisa hanyalah sisa material, galian tanah terbuka menganga, dan susunan batu yang disusun ala kadarnya. Proyek yang baru dimulai itu diduga seperti ditelantarkan begitu saja setelah sempat viral, seolah proyek ini tak pernah serius dikerjakan.

BACA JUGA  Kode Register Desa Persiapan di PALI Telah Terbit, Masyarakat Sambut Gembira

‎Menangapi hal tersebut aktivis pemerhati pembangunan kabupaten PALI Aldi Taher, mengkritisi semua pihak terkait dugaan proyek drainase yang terkesan ditinggalkan.

‎“Proyek ini menelan uang rakyat hampir satu miliar rupiah. Tapi kualitas pekerjaan justru meragukan. Ini harus segera diaudit dan ditindaklanjuti secepat mungkin,” tegasnya (15/7).

‎Dengan ketidakhadiran nya papan proyek dilokasi tentu melanggar prinsip transparansi publik, dan menjadi tanda tanya besar soal pengawasan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten PALI selaku penanggung jawab kegiatan.

BACA JUGA  Di Duga Campur Daun Jenis Lain Serta Daun Kering Bekas Produksi, Pengusaha Teh di Cisomang Barat di Duga Lakukan Praktik Curang

‎”Dugaan proyek seperti ini, sepertinya sudah tidak aneh lagi, lihat dibeberapa pemberitaan media, yang telah mengkritisi kinerja pengawasan dan pengerjaan proyek khususnya di kabupaten PALI, ujarnya.

‎”Dengan kondisi seperti ini, harapan kami kini hanya tertuju pada aparat penegak hukum (APH) dan lembaga audit untuk segera turun tangan. Jika dibiarkan, kasus ini bisa menjadi preseden buruk dalam pengelolaan dana publik ke depan. Kepercayaan kami terhadap PPK dan PPTK dari dinas terkait? Sudah pupus. Habis. Tak ada lagi alasan untuk diam.” pungkasnya.

BACA JUGA  Jalan Hasil Dana Banprov RUSAK PREMATUR di Desa Cisalada, Warga: Kualitasnya Buruk dan Tipis

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Dinas PUTR PALI belum terkonfirmasi memberikan pernyataan resmi. Masyarakat mendesak agar proyek ini segera diaudit secara menyeluruh oleh aparat pengawasan internal pemerintah (APIP) maupun penegak hukum. (Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.