Bantu Lansia, Ini Yang Dilakukan Aiptu Temu Priyono Polisi Baik Hati dari Polres Bondowoso

oleh -50 Dilihat

 

Bondowoso.Bramastanews.com – Disela-sela kegiatan menjaga keamanan di Pos Pam 14.0 Pasar Induk Bondowoso yang berada di Jl.Teuku Umar ada yang perlu dicontoh dari seorang Kanit Dalmas Samapta Polres Bondowoso, bernama Aiptu Temu Priyono, dengan rasa sosial dan kemanusiaan yang tinggi Aiptu Temu Priyono memberi bantuan berupa makanan dan minum kepada lansia yang bernama P. Asmo atau P.Arsiah (110th)

Diketahui P.Asmo adalah warga Dusun Perengan Desa Sumber Malang Kecamatan Wringin Kabupaten Bondowoso,mengais rejeki dengan cara mengharap belas kasihan orang lain dikarenakan dirinya sudah tidak sanggup bekerja karena usia yang sudah lanjut.

BACA JUGA  Raja Sapta Oktohari Sudah Tak Layak Jadi Ketua Komite Olimpiade Indonesia Karena Terjerat Banyak Kasus Pidana

Dalam komunikasi singkat tersebut terjadi pengakuan yang mengejutkan dari P.Asmo yaitu dirinya tidak pernah mendapat bantuan apapun dari pihak Desa atau dari instansi terkait.

Ayah dari dua orang anak ini bercerita kehidupannya dengan mata berkaca-kaca, AiptuTemu Priyono merasa terenyuh dengan pengakuan P.Asmo yang kini hidup menumpang di rumah anak pertamanya Arsiah.

Kanit Dalmas (Pengendali Massa Samapta Polres Bondowoso Aiptu Temu Priyono menyatakan prihatin kepada lansia seperti P.Asmo karena ketidak perhatiaan pemerintah pada warga yang betul betul membutuhkan bantuan.Rasa sosial dan kemanusiaan yang tinggi dari mantan anggota Densus 88 ini tiba tiba muncul begitu saja.

BACA JUGA  Kasus Minnapadi Mandek Di Polda Metro Jaya, OJK Lepas Tangan LQ Indonesia Lawfirm Kritik Pemerintah Yang Lepas Tangan Terhadap Masalah Minnapadi

“Melihat perjuangan Bapak Asmo saya jadi merinding dan saya teringat dengat dengan Orang tua saya sendiri dengan usia lanjut P. Asmo tetap tidak mau terlalu menggantungkan hidup pada anak anaknya, itu yang membuat hati saya trenyuh”ujar Aiptu Temu Priyono yang sekaligus merupakan ketua RT di Perumahan Taman Mutiara Pejaten Bondowoso ini.

“Saya lahir dari keluarga sederhana, ayah saya seorang petani, dan tanpa orang tua saya tidak akan pernah menjadi seperti ini,”tutup pria kelahiran 4 Agustus 1967,asal Tanggul Jember ini. ( red )