Ruhli Solehudin Apresiasi KKN STIT As-Saidiyah, Harap Mahasiswa Tinggalkan Manfaat Nyata

oleh -49 Dilihat

CIANJUR – Sebanyak 77 mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) As-Saidiyah resmi diterjunkan ke tengah masyarakat untuk melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun 2026. Selama satu bulan ke depan, para mahasiswa akan mengabdikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah sekaligus belajar langsung dari kehidupan masyarakat di wilayah Cianjur utara.

Prosesi pelepasan berlangsung penuh khidmat dan dihadiri civitas akademika STIT As-Saidiyah, tokoh kesehatan, serta Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur.

Program KKN dilaksanakan mulai 23 Juli hingga 23 Agustus 2026 di lima desa yang tersebar di tiga kecamatan, yakni Sukaresmi, Cipanas, dan Pacet. Seluruh peserta berasal dari Fakultas Ilmu Tarbiyah, khususnya Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PAUD) dan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI).

Isu KKN di Sekwan PALI: Satu Gerbong Loyalis Ditarik dari Kesbangpol

Ketua Lembaga Penjaminan Mutu STIT As-Saidiyah, Muhammad Rahmat, M.Pd.I., mengatakan bahwa KKN merupakan momentum bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu yang telah dipelajari sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap masyarakat.

BACA JUGA  Dari Dana Desa Untuk Masyarakat

Menurutnya, pengabdian ini merupakan implementasi nyata dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, yang mencakup pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

“Mahasiswa tidak hanya datang untuk menjalankan program kampus, tetapi juga diharapkan mampu hadir di tengah masyarakat, mendengarkan kebutuhan warga, memetakan berbagai persoalan, lalu memberikan solusi sesuai dengan kemampuan dan bidang keilmuan yang dimiliki,” ujarnya.

Wabup PALI Warning Praktik KKN Rekrutmen Tenaga Kerja, Aktivis Serukan Lapor dan Viralkan Jika Ditemukan!!

Ia menjelaskan, selain mendukung kegiatan pendidikan di sekolah-sekolah, mahasiswa juga akan terlibat dalam pemberdayaan masyarakat, termasuk membantu pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta kegiatan di bidang kesehatan. Seluruh program tersebut diselaraskan dengan kebutuhan masyarakat dan program Pemerintah Kabupaten Cianjur agar manfaatnya dapat dirasakan secara nyata.

BACA JUGA  Membandel Langgar SKB dan Timbulkan Kemacetan, 327 Unit Truk Besar ‘Dikandangkan’

Selama berada di lokasi KKN, mahasiswa akan didampingi oleh dosen pembimbing lapangan sehingga setiap program yang dijalankan memiliki arah dan tujuan yang jelas serta memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Sementara itu, dr. Mohammad Wahyu Ferdian, Sp.OG, mengapresiasi semangat para mahasiswa yang akan mengabdikan diri di tengah masyarakat. Ia berharap pengalaman selama KKN dapat menjadi bekal berharga bagi mahasiswa sekaligus memberikan manfaat bagi warga di lokasi pengabdian.

“Semoga STIT As-Saidiyah terus berkembang, mahasiswanya semakin banyak, dan lulusannya mampu memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya bagi anak-anak di Kabupaten Cianjur,” ungkapnya.

Apresiasi juga disampaikan Kepala Disdikpora Kabupaten Cianjur, H. Ruhli Solehudin, S.Ag., M.Si. Menurutnya, kehadiran mahasiswa di desa-desa merupakan bentuk kolaborasi yang baik antara dunia pendidikan tinggi dengan pemerintah daerah dalam membangun masyarakat.

“Kami menyambut baik kegiatan KKN ini. Mudah-mudahan selama satu bulan ke depan para mahasiswa dapat menjalankan pengabdian dengan baik, memberikan edukasi, membantu masyarakat, serta menghadirkan solusi atas berbagai persoalan yang ada di lingkungan sekitar,” katanya.

BACA JUGA  SAH..!! Pemimpin Perusahaan Kabarnusa24.com Serahkan SK Pengangkatan Pemimpin Redaksi kepada Ryan SOERYANA Karma, S. Kom. 

Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan mampu meninggalkan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat, bahkan setelah program KKN berakhir.

STIT As-Saidiyah sendiri terus berkomitmen mencetak tenaga pendidik yang profesional, berkarakter, dan siap mengabdi. Hal itu dibuktikan dengan banyaknya alumni yang kini berkiprah sebagai guru di berbagai lembaga PAUD dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Kabupaten Cianjur.

Melalui KKN ini, mahasiswa tidak hanya dituntut untuk mengamalkan ilmu yang dimiliki, tetapi juga belajar memahami kehidupan masyarakat secara langsung. Harapannya, pengalaman tersebut akan membentuk lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan semangat mengabdi bagi daerah serta bangsa.***(Cr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *