Kepala Badan Pusat Perdagangan Pasar Caringin A. Syarif Hidayat. SE. Ajak Pemerintah Dukung Regulasi dan Penyaluran Hasil Olahan

oleh -37 Dilihat

Bandung,- Bramastanews.com.

Darurat sampah Bandung Raya butuh solusi cepat. Kepala Badan Pusat Perdagangan Pasar Caringin A. Syarif Hidayat SE menawarkan cara praktis: sulap 90% sampah organik jadi pakan ternak dan produk bernilai ekonomi.

Pernyataan itu disampaikannya saat wawancara kepada Awak Media di acara “Diskusi Ilmiah PSEL Bandung Raya: Solusi Berkelanjutan atau Beban Baru?” di Rooftop DPRD Provinsi Jabar, Jl. Diponegoro, Selasa 9/6/2026.

Syarif Hidayat menyebut pihaknya sudah bernegosiasi dengan peternak sehat di Jabar lewat BPS 2. Sampah organik pasar Caringin diolah jadi silase untuk sapi. Prosesnya minim teknologi, investasi ringan, tapi hasilnya langsung bisa dipakai peternak.

BACA JUGA  Wali Kota Bandung dan CV Prosignal Bahas Penanganan Sampah Menjadi Pupuk di Pendopo Kota Bandung*

“Yang tadinya sampah jadi masalah, sekarang jadi berkah. Kami olah jadi 4 produk: pakan ternak, pupuk organik, briket, dan bioetanol. Residunya pun bisa jadi batubara,” jelas Syarif.

Hasil olahan ini sudah mengantongi sertifikat dari pihak terkait. Menurutnya, produk dari sampah pasar Caringin punya nilai kalori di atas 5000, layak untuk pakan dan energi alternatif.

Ia menekankan urgensi solusi jangka pendek. “Sampah tiap hari terus produksi. Kalau nunggu program 2-3 tahun, Bandung keburu tenggelam sampah. Yang kita butuh sekarang teknologi tepat guna yang cepat,” tegasnya.

BACA JUGA  Modus Mafia Getah Karet di Perkebunan Gununghejo Dibongkar Saksi, "Yang Dia Dapat Mutlak Hasil Curian, BM Tak Punya Kontrak Disana"

Menurut Syarif, teknologi harus berdampingan dengan manusia. Pengolahan sampah di Caringin juga memberdayakan warga. Ada lapangan kerja baru, ekonomi bergerak, dan pemerintah terbantu kurangi beban TPA.

Ia mengajak semua pihak duduk bareng. Akademisi, praktisi, pemerintah, dan masyarakat harus bersinergi. “Jangan hanya andalkan pemerintah. Bandung berserakan sampah di mana-mana. Ini kepentingan kita semua,” ujarnya.

Syarif juga menyorot kendala regulasi. Hasil olahan silase sudah siap, peternak Jabar juga butuh. Tapi penyaluran terhambat aturan. Ia minta Dinas Peternakan Jabar bantu buka akses pasar untuk produk daur ulang sampah.

BACA JUGA  Operasi Pasar Bersubsidi (OPADI) Jelang Idul Adha 1446, H Gelar Paket Sembako Murah

“Regulasi sangat penting. Kami siap bantu pemerintah bereskan sampah. Tapi hasil produksi kami juga harus diterima peternak di seluruh Jabar. Itu yang paling penting,” pintanya.

Ia menutup wawancara dengan ajakan. “Kami masyarakat pasar siap jadi boroskop, jadi contoh. Pemerintah secepatnya kasih solusi jangka pendek. Program apapun kami dukung, asal sampah Bandung Raya cepat selesai,” pungkasnya.

Pasar Caringin jadi bukti: sampah bukan akhir cerita. Dengan inovasi sederhana, masalah bisa berubah jadi peluang ekonomi dan energi bagi Bandung Raya.

*nengsih*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *