,

Tanki Pertamina Kedapatan Kerap Kencing di Gunungcanar Sawit, Satgas Migas Diminta Bertindak

oleh -136 Dilihat
oleh

Tanki Pertamina Kedapatan Kerap Kencing di Gunungcanar Sawit, Satgas Migas Diminta Bertindak

Purwakarta // Bramastanews_Truk pengangkut bahan bakar milik Pertamina dikabarkan kerap buang muatan (kencing) di sebuah tempat usaha bengkel milik warga berinisial AY di Gunungcanar, Desa Sawit, Kecamatan Darangdan, Purwakarta.

BACA JUGA  Kemendes PDT Gandeng Pertamina Foundation Dorong Kemandirian Energi Pedesaan
BACA JUGA  Mobil Minibus Diduga Angkutan BBM Hangus Terbakar di SPBU Lebakwangi Darangdan, BBM dari Mana? 

Dari kabar yang diperoleh, jenis BBM yang kerap diturunkan dibahu jalan persis depan tempat si tersebut terkadang solar, juga Pertalite.

BBM hasil kencingan tersebut selanjutnya dikatakan ditampung dibagian belakang sebelum diperjualbelikan.

Aktivitas tersebut menjadi sorotan, pasalnya tak umum dilakukan bahkan berbau pelanggaran pidana.

Dari beberapa sumber yang diperoleh, praktik kencing yang dilakukan mobil tangki Pertamina merupakan tindakan pencurian BBM yang dilakukan secara ilegal.

Dimana, para pelakunya seperti Sopir atau Kernet, juga si Pengepul berpotensi dapat dijerat dengan pidana pencurian.

BACA JUGA  BPK Ungkap Realisasi Belanja BBM di DLH Purwakarta Tidak Dapat Dipertanggungjawabkan, Siapa Bermain dan Diuntungkan
BACA JUGA  BBM Subsidi dan PSO Dorong KAI Daop 4 Semarang Wujudkan Transportasi Kereta Api Terjangkau dan Berkualitas

Dari hasil penelusuran, aktivitas yang dilakukan AY dikabarkan telah berlangsung lama.

Sayangnya meski demikian, aktivitas tersebut seolah luput dari pantauan pihak-pihak terkait, khususnya Pertamina dan aparat penegak hukum.

Sementara, saat dihubungi melalui kontak ponselnya, AY sang pengepul akui aktivitas tersebut.

Menurut keterangannya, jumlah BBM yang ia terima paling banyak sekitar 45 liter, BBM tersebut merupakan sisa pengiriman dari SPBU.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *