,

Diduga Masuk Angin, Penanganan Aduan Warga ke DPRD Purwakarta Tak Jelas Ujungnya

oleh -932 Dilihat
oleh

Diduga Masuk Angin, Penanganan Aduan Warga ke DPRD Purwakarta Tak Jelas Ujungnya

Purwakarta // Bramastanews_Tiga bulan pasca kunjungan Komisi III DPRD Purwakarta, bantaran Irigasi yang puluhan tahun digunakan sebagai akses jalan warga kini kondisinya semakin parah.

Kunjungan Komisi III DPRD Purwakarta tersebut diketahui terlaksana pada 12 Januari 2026.

BACA JUGA  Warga Geram Pipa PDAM Sebabkan Amblas Akses Jalan
BACA JUGA  Viral..!!! Plt Dirut PDAM Purwakarta Intimidasi Wartawan, Ketum KMP: Kita Akan Surati PJ Bupati

Sebelumnya, perwakilan warga setempat yang berdomisili di Kampung Nanggeleng, Desa Depok, Kecamatan Darangdan adukan persoalan amblasnya permukaan tanah yang biasa digunakan sebagai jalan akses warga dan pertanian ke DPRD Purwakarta.

Pengaduan tersebut dilakukan sebab beberapa pihak terkait diantaranya PDAM, PSDA dan PJT II, terkesan saling lempar tanggungjawab.

Amblasnya permukaan tanah yang selama ini digunakan sebagai akses jalan warga dan akses pertanian tersebut diduga kuat disebabkan oleh penanaman pipa PDAM di sepanjang bantaran irigasi.

Beberapa warga lain membenarkan bila penyebab amblasnya permukaan tanah di sepanjang bantaran sungai disebabkan oleh penanaman pipa PDAM yang pemadatannya tidak maksimal.

BACA JUGA  Pipa PDAM Sebabkan Jalan Amblas, Ganggu Mobilitas Warga dan Petani, KMP Darangdan Rencana Surati DPRD 

Menurut beberapa warga lainnya, bantaran Irigasi tersebut selama berpuluh-puluh tahun kondisinya normal, tak pernah alami kerusakan atau amblas.

Namun, pasca penanaman pipa PDAM di sepanjang bantaran Irigasi tersebut, tanah di beberapa titik alami penurunan drastis bahkan sebagian terputus hingga sulit untuk dilalui.

Kondisi rusaknya permukaan tanah di sepanjang bantaran Irigasi cukup menyulitkan untuk dapat dilalui.

Sayangnya meski sempat diadukan secara resmi ke DPRD Purwakarta, tindak lanjutnya hingga kini dinilai tak jelas.

Meski sempat ditanyakan berulang kali, hingga kini belum ada kejelasan siapa pihak yang bertanggung jawab.

BACA JUGA  Humas PDAM Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor Tidak Tau Batas Asetnya

Diduga hal ini terjadi akibat adanya konflik kepentingan yang melibatkan beberapa pihak, bahkan warga menduga DPRD Purwakarta masuk angin.

Kondisi ini semakin menambah daftar catatan buruk kinerja DPRD Purwakarta dalam menindaklanjuti pengaduan masyarakat.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *