, ,

Pipa PDAM Sebabkan Jalan Amblas, Ganggu Mobilitas Warga dan Petani, KMP Darangdan Rencana Surati DPRD 

oleh -998 Dilihat
oleh

Pipa PDAM Sebabkan Jalan Amblas, Ganggu Mobilitas Warga dan Petani, KMP Darangdan Rencana Surati DPRD 

PURWAKARTA // Bramastanews.com_Pipa PDAM yang melintang di sepanjang bantaran Sungai (Irigasi) yang berlokasi di Kampung Nanggeleng, Desa Depok, Kecamatan Darangdan, telah lama sebabkan amblasnya permukaan jalan yang biasa digunakan warga dan petani setiap harinya.

Ambalsnya permukaan jalan tersebut mengakibatkan terganggunya mobilitas warga serta petani yang setiap hari gunakan jalan tersebut.

BACA JUGA  Pipa PDAM Sebabkan Tanah di Bantaran Sungai Amblas, Ganggu Mobilitas Warga dan Petani

Sayangnya, sampai saat kerusakan tersebut nampak dibiarkan tanpa perbaikan. Sementara, pihak-pihak terkait diantaranya PJT-II, PDAM Purwakarta dan PSDA terkesan saling lempar tanggungjawab atas kondisi kerusakan tersebut.

Meski jaringan irigasi tesebut kini diperbaiki melalui proyek “Rehabilitasi Jaringan Irigasi Cisomang” dengan anggaran sebesar 1,8 miliar.

Namun perwakilan pihak penyedia jasa dari CV. Nalar Jaya Abadi sampaikan bila dalam kegiatan tersebut tidak terdapat item pekerjaan pengarugan tanah (perbaikan akses jalan) dibantaran sungai yang saat ini elevasinya justru dibawah pasangan batu.

BACA JUGA  PJT II & PSDA Jabar Saling Lempar Tanggungjawab Pemeliharaan Sungai DI-Cisomang?

Sikapi hal tersebut, Komunitas Madani Purwakarta (KMP) Darangdan sampaikan akan mengadukan persoalan tersebut ke DPRD Purwakarta.

“Dalam waktu dekat kita akan bersurat dan minta agar diadakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPRD Purwakarta terkait persoalan di lingkungan kita, sebab sampai saat ini belum nampak ada upaya dari pihak-pihak terkait atas kondisi kerusakan lingkungan di wilayah kita,” ujar salah satu pengurus KMP Darangdan.

BACA JUGA  Viral..!!! Plt Dirut PDAM Purwakarta Intimidasi Wartawan, Ketum KMP: Kita Akan Surati PJ Bupati

“Kami berharap kondisi lingkungan kita kembali seperti semula, sebab sebelum ada pipa PDAM yang ditanam di bantaran Sungai tersebut, tak pernah terjadi penurunan permukaan tanah atau jalan. Akses jalan tersebut merupakan akses utama warga dan petani dalam beraktivitas, kalau kondisinya amblas, jelas sangat mengganggu,” pungkasnya.

(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *