,

Gas Melon Ajang Cari Untung Oknum Pengelola Pangkalan di Purwakarta, Terbang Antar Kecamatan

oleh -62 Dilihat
oleh

Gas Melon Ajang Cari Untung Oknum Pengelola Pangkalan di Purwakarta, Terbang Antar Kecamatan

Purwakarta // Bramastanews_Penyaluran gas melon 3 kg yang digadang-gadang bersubsidi di Purwakarta, tak ubahnya seperti barang biasa yang tak miliki kaitan dengan aturan pemerintah.

Alih-alih penyaluran gas tersebut dibatasi aturan, faktanya gas melon tersebut berseliweran tak beraturan.

BACA JUGA  Protes Kelangkaan Gas LPG 3kg Ratusan Spanduk Terpampang di Jalan Fatahillah Cikarang Bekasi

Gas hijau bersubsidi tersebut bahkan kerap terpantau bergerak dalam jumlah signifikan antar lintas Kecamatan.

Salah satu pangkalan yang terpantau aktif lakukan mobilisasi gas bersubsidi antar pangkalan bahkan lintas Kecamatan, berada di Desa Cibogohilir, Kecamatan Plered.

Pengelola pangkalan asal Desa Cibogohilir saat berada di Pangkalan Desa Sempur angkut gas Melon bersubsidi.

Dari hasil pantauan, oknum pengelola pangkalan tersebut kerap berada di Pangkalan lain yang masih satu Kecamatan, bahkan di Pangkalan luar kendaraan lakukan pengambilan gas melon dengan kendaraan dalam jumlah signifikan.

BACA JUGA  Harga Eceran Gas Melon Melambung, PJ Bupati Purwakarta dan Jajaran Diam?

Dalam operasinya, nampa terlihat adanya kerjasama antar Pangkalan tersebut.

Saat dipertanyakan mengapa barang mereka (gas melon) diambil Pangkalan lain untuk disalurkan ke wilayah lain, pemilik Pangkalan lontarkan jawaban menohok.

“Kenapa urus persoalan seribu, dua ribu, ini hanya usaha kecil, untungnya nggak seberapa,” ujar si pemilik Pangkalan.

Pengelola Pangkalan asal Desa Cibogohilir Kec. Plered saat berada di Pangkalan Desa Cianting Kec. Sukatani angkut gas melon 3 kg bersubsidi.

Usut punya usut, selain gas melon kerap beterbangan ke luar wilayah penyaluran, harga yang beredar di masyarakat juga jadi persoalan, sebab melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan.

BACA JUGA  NMW Aesthetic Clinic Perluas Jangkauan ke Jawa Barat: Cabang Pertama Untuk Area Bogor

Saat butuh gas melon, masyarakat harus keluarkan dana antara Rp 20 ribu sampai Rp 25 ribu.

Padahal HET nya Rp 18 ribu untuk wilayah di Kabupaten Purwakarta.

Lantas, kemana subsidi yang dimaksud…

Layakkah status Subsidi itu disebut sebagai kebohongan publik, sebab nyatanya tak dapat dirasakan…

Kemana pemerintah Daerah, bagaimana dengan pengawasan yang dilakukannya…

Sampai kapan kondisi ini akan dibiarkan….

(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *