KABUPATEN BEKASI || Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Karang Bahagia, Kabupaten Bekasi, disorot tajam akibat kondisinya yang dinilai tidak terurus dan terbengkalai. Fasilitas pemerintah yang seharusnya menjadi pusat percontohan serta rujukan bagi masyarakat dan para petani ini justru tampak kusam, dipenuhi tumpukan sampah, serta ditumbuhi tanaman yang kering.
Kondisi ini menuai keprihatinan mendalam dari berbagai pihak, mengingat peran strategis BPP sebagai garda terdepan dalam membina dan memberikan teladan bagi sektor pertanian di daerah.

BPP Karang Bahagia yang telah disokong penuh oleh fasilitas dari Pemerintah Kabupaten Bekasi justru tampak kumuh dan tidak terawat.
Di tengah jeritan petani yang tengah menghadapi krisis air untuk persawahan, kantor penyuluhan resmi justru dinilai gagal memberikan contoh pengelolaan yang baik.
Masyarakat dan pelaku pertanian mendesak Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi untuk segera turun tangan melakukan audit dan perbaikan nyata terhadap kinerja serta operasional BPP di lapangan.
Sebagai instansi pembina, BPP diharapkan mampu menghadirkan solusi konkret bagi permasalahan petani, mulai dari teknik bercocok tanam hingga mitigasi kekeringan. Namun, buruknya perawatan fasilitas fisik di lingkungan BPP Karang Bahagia menimbulkan pertanyaan besar mengenai efektivitas pengawasan dari Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi.
Bagaimana masyarakat bisa percaya pada produk dan penyuluhan pertanian, jika kantor yang menjadi rumah dan etalase utama BPP sendiri terlihat begitu kacau dan tidak terawat.
Disaat para petani di Kabupaten Bekasi sedang berjuang menghadapi kesulitan pasokan air untuk lahan persawahan mereka, lambatnya respons dan terbengkalainya sarana penyuluhan kian menambah beban psikologis masyarakat tani setempat.
Masyarakat mendesak agar Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui dinas terkait segera melakukan pembenahan total.
Langkah cepat diperlukan tidak hanya untuk memperbaiki fisik bangunan dan area percontohan BPP Karang Bahagia, tetapi juga untuk mengembalikan fungsi pelayanan dan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga penyuluhan pertanian.
Reporter : (Latif)












