Drijen Suyatno Trihardani Bawa Pengajar Angklung Merah Putih Ramaikan HARMONI Wastra Nusantara

oleh -54 Dilihat

Bandung, – Bramastanews. com.

Pengajar Angklung Merah Putih, Suyatno Trihardani, tampil sebagai dirijen dalam acara “HARMONI Wastra Nusantara” di Gedung Graha Manggala Siliwangi Bandung, Minggu (9/8/2026). Ia memimpin gabungan group angklung se-Kota Bandung.

Dalam penampilannya, Suyatno mengarahkan sekitar 125 pengangklung yang berasal dari 5 komunitas berbeda di Bandung Raya. Setiap komunitas mengirim kurang lebih 25 orang.

 

Kelima komunitas tersebut berasal dari Bojongsoang, Baleendah, Mawar 13 Diwastra, Sukajadi, dan RRI Bandung. Kolaborasi ini menjadi bukti kekompakan pegiat angklung di Jawa Barat.

“Alhamdulillah langsung merah putih supaya lebih bisa saya carikan lagi. Ini dari 5 komunitas, setiap komunitas kurang lebih sekitar 25 orang,” ujar Suyatno.

BACA JUGA  KPSTI Jawa Barat Resmi Lantik: Drs,.KH. Tetep Abdullatip,.M.Ag Ketua Umum  Komite KPTSI Jabar

Ia menjelaskan, persiapan untuk tampil di HARMONI Wastra Nusantara dilakukan selama sekitar 1 bulan. Selama itu para peserta rutin berlatih lagu-lagu yang akan ditampilkan.

Menurutnya, kunci keberhasilan latihan adalah dengan metode edukasi yang mudah dicerna. Tujuannya agar peserta dari berbagai latar belakang bisa cepat menguasai.

“Karena dengan mengedukasinya, rutin berlatih. Saya kasih yang mudah-mudah aja, karena kalau dikasih yang susah-susah udah kabur. Tapi ternyata hasilnya maksimal, penting edukasinya nyampe,” katanya.

Suyatno mengaku bangga melihat semangat dan kebahagiaan para peserta saat berlatih dan tampil. Baginya, pelestarian budaya harus dimulai dari hal yang menyenangkan.

BACA JUGA  Nilai Luhur  Budaya Nusantara dari Tanah Jawa 

Komunitas Angklung Merah Putih yang dipimpinnya sudah berdiri sejak 2014. Hingga saat ini, ia mencatat sudah membina sekitar 2.500 murid baru. Belum termasuk murid lama dan siswa sekolah yang pernah dilatih.

“Jadi istilahnya banyak sekolah mau, udah enggak terhitung kalau anak sekolah. Pada prinsipnya kami melestarikan budaya,” ujarnya.

Di tengah keterbatasan, Suyatno menegaskan bahwa kegiatan ini murni hasil gotong royong. Hingga kini komunitasnya belum pernah mendapat bantuan dari pemerintah.

“Jadi ini ke gotong royongan, kebersamaan. Ada acara apapun ya kami dari mereka untuk mereka. Sementara ini kan sebatas lestarikan saja, belum ada kerjasama,” ungkapnya.

BACA JUGA  Ketua DPP KKJN Cimahi Apresiasi Srikandi Media Indonesia

Ia berharap ke depan ada perhatian jilebih dari pemerintah untuk mendukung pelestarian angklung. Dukungan itu dinilai penting agar budaya Sunda bisa terus hidup dan berkembang.

“Masalah angklung ada sama, cuman cara memasaknya, cara meramunya supaya mudah dicerna saja. Itu saja dari kami,” pungkasnya.

Penampilan Angklung Merah Putih di HARMONI Wastra Nusantara menjadi salah satu daya tarik. Acara ini sekaligus menjadi ruang bagi pegiat budaya untuk menunjukkan peran dalam menjaga warisan Nusantara.

*nengsih*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *