TRAGEDI DI KAMPUNG GAJAH Misteri Kematian Zain Ahmad Abdul, Pelajar SMPN 26 Bandung, Polisi Selidiki Identitas Penjemput

oleh -135 Dilihat

Bandung Barat, – Bramastanews.com.

16 Februari 2026, Sebuah kisah memilukan menyelimuti penemuan jasad seorang pelajar di kawasan eks objek wisata Kampung Gajah, Cihideung, Kecamatan Parongpong. Korban yang diketahui berinisial Zain Ahmad Abdul (ZAA), siswa SMPN 26 Bandung, ditemukan dalam kondisi mengenaskan setelah sebelumnya sempat dikabarkan hilang oleh pihak keluarga dan tetangga.
​Yatim dan Ayah yang Terbaring di Rumah Sakit

​Kepergian ZAA meninggalkan luka yang amat dalam, mengingat latar belakang keluarganya yang penuh perjuangan. Diketahui, ZAA telah kehilangan sosok ibu sejak ia masih duduk di bangku kelas 5 Sekolah Dasar.

BACA JUGA  *Kompi Daeng Film Sejarah Mengangkat Para Pahlawan Cimahi Mengenang Jati Diri Bangsa*

​Kondisi semakin menyedihkan karena saat ini sang ayah dilaporkan tengah menjalani perawatan intensif di rumah sakit akibat penyakit keras yang dideritanya. ZAA merupakan anak dari keluarga sederhana dengan tiga saudara (satu laki-laki dan dua perempuan).

​Sosok Pendiam yang Dirindukan Sekolah

​Kepala SMPN 26 Bandung, Titin Supriatin, menyampaikan rasa duka yang mendalam atas tragedi yang menimpa anak didiknya tersebut. Di mata para guru, ZAA dikenal sebagai sosok yang sangat pendiam dan tidak pernah membuat masalah di sekolah.

​”Anaknya pendiam, tidak menonjol, dan memang sudah tidak punya ibu. Kami di SMPN 26 merasa sangat terpukul. Kamis lalu menjadi hari yang sangat berat bagi kami semua,” ujar Titin saat memberikan keterangan kepada wartawan, Sabtu (14/2/2026).

BACA JUGA  *TIM GABUNGAN MULAI EVAKUASI KORBAN LONGSOR DI DESA WARGALUYU, KABUPATEN BANDUNG*

​Misteri Sosok Penjemput

​Meski penyebab pasti kematian masih dalam penyelidikan pihak kepolisian, pihak sekolah mendapatkan informasi bahwa sebelum kejadian, ada seseorang yang menjemput ZAA. Namun, hingga saat ini identitas orang tersebut masih belum terungkap.

​”Anak kami ada yang bawa. Identitas pelaku belum jelas, apakah itu orang yang dikenal korban atau tidak. Kami masih menunggu informasi utuh dari pihak berwajib,” tambah Titin.

​Pihak sekolah menegaskan telah berupaya maksimal mengedukasi siswa mengenai pencegahan kekerasan dan perundungan, namun kejadian di luar lingkungan sekolah ini menjadi pengingat keras akan pentingnya pengawasan bersama.

BACA JUGA  Korban MBG Kudus Tembus 118 Siswa, Vendor MBG Minta Maaf

​Tentang Kejadian:

Kasus ini kini tengah ditangani oleh aparat kepolisian setempat untuk mengungkap motif di balik kematian tragis pelajar tersebut. Kabar ini pertama kali mencuat dan viral setelah akun informasi lokal @infobdgbaratcimahi mengunggah percakapan tetangga korban yang mengenali jasad ZAA dari informasi orang hilang yang tersebar sebelumnya.

*nengsih*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *