CISARUA,BramastaNews.com – Pemerintah Kabupaten Bogor menargetkan total rencana penanaman pohon pada tahap awal mencapai sekitar 220 hektar. Program ini menjadi bagian dari upaya pembangunan hutan kota dan penguatan kawasan resapan udara di seluruh wilayah Kabupaten Bogor.
Target tersebut disampaikan Bupati Bogor, Rudy Susmanto, saat memimpin kegiatan penanaman pohon di kawasan hulu Sungai Ciliwung, Cisarua, Rabu (5/2). Kegiatan ini sekaligus menandai dimulainya gerakan penanaman pohon serentak di 40 kecamatan se-Kabupaten Bogor.
Dengan target penanaman sekitar 220 hektar pada tahap awal ini, Pemkab Bogor berharap upaya penghijauan dapat memberikan dampak nyata bagi perbaikan ekosistem, penguatan kawasan resapan air, serta pengurangan risiko bencana di masa mendatang.
Bupati Rudy menjelaskan, pemerintah daerah menetapkan target minimal 1 hektar penanaman di setiap kecamatan. Dengan 40 kecamatan, luas minimal yang ditanami mencapai 40 hektare. Selain itu, Pemkab Bogor juga telah menginventarisir sejumlah aset milik pemerintah daerah yang dapat dimanfaatkan sebagai lokasi tambahan penanaman.
“Kalau 1 hektar per kecamatan, berarti ada 40 hektar. Ditambah beberapa aset milik pemerintah daerah yang sudah kami inventarisir pada tahap awal, total rencana penanaman kami mencapai sekitar 220 hektar di Kabupaten Bogor,” ujar Rudy.
Menurutnya, program ini tidak hanya bertujuan memperindah wilayah, tetapi juga memperkuat fungsi ekologis, terutama sebagai daerah resapan udara dan penyangga lingkungan. Hal ini dinilai penting mengingat Kabupaten Bogor memiliki peran strategis sebagai wilayah hulu bagi sejumlah daerah di sekitarnya, termasuk kawasan aliran Sungai Ciliwung.
“Pemerintah daerah telah menyiapkan tim khusus yang akan melanjutkan penanaman dalam beberapa hari ke depan, sekaligus melakukan pemeliharaan selama satu tahun di seluruh lokasi hutan kota yang telah ditanami,” jelas Rudy.
Rudy menambahkan, jenis dan jumlah bibit yang ditanam akan disesuaikan dengan karakteristik tanah dan kondisi cuaca di wilayah masing-masing. Di beberapa kecamatan, luas areal tanam bahkan bisa mencapai belasan hektar, tergantung ketersediaan lahan.
“Bogor harus kembali hijau. Menanam pohon itu bukan di baliho, tapi di tanah. Ini adalah investasi lingkungan dan warisan untuk anak cucu kita ke depan,” tegasnya.











