Pelaksanaan Proyek Revitalisasi SDN 01 Sukaraya Bekasi Amburadul & Minim Transparansi

oleh -430 Dilihat
oleh

Pelaksanaan Proyek Revitalisasi SDN 01 Sukaraya Bekasi Amburadul & Minim Transparansi

Bekasi // Bramastanews_Proyek pembangunan secara swakelola di SDN 01 Sukaraya Karangbahagia, Kabupaten Bekasi tuai sorotan serta minim transparansi.

Pasalnya saat awak media lakukan konfirmasi ke lokasi secara langsung, panitia pembangunan tunjukkan sikap tertutup.

BACA JUGA  Bupati Bogor Apresiasi Polri atas Pembangunan Rumah Ibadah Sebagai Wadah Pembinaan Moral Generasi Muda

Diketahui bila anggaran di proyek tersebut sebesar Rp.983.285.224 dari sumber dana APBN Tahun Anggaran 2025.

Kepala Sekolah dan Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP), nampak enggan berikan keterangan kepada awak media saat di konfirmasi.

Pihak-pihak yang terlibat dalam pembangunan tersebut bahkan terkesan saling lempar saat dikonfirmasi.

Seperti diketahui, pelaksanaan pembangunan Sekolah tersebut dilaksanakan secara swakelola, tanpa libatkan pihak ketiga.

Tujuan swakelola diantaranya meningkatkan partisipasi dan pengembangan keterampilan masyarakat, serta memutus rantai mafia proyek.

Sayangnya, pembangunan secara swakelola tersebut dilaksanakan dengan minim transparansi.

BACA JUGA  FORTAL Pimpin Barisan Perang Melawan Obat Terlarang di Bekasi, Gandeng GANAS dan Angel Vision Selamatkan Generasi Muda

Salah satu warga Sukaraya bernama Wandi, sampaikan kritiknya atas sikap pihak Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) dalam melaksanakan pembangunan tersebut.

“Tanah yang digunakan tersebut labil, sebab sebelumnya tanah itu rawa dan banyak sampahnya, sehingga dikhawatirkan berdampak terhadap bangunan, apalagi tidak ada penggunaan cakar ayam sebagai penguat pondasi bangunan,” ujarnya.

”Saat musim penghujan, galian di area pondasi digenang air, namun tak ada upaya untuk mengeluarkan air dari area pondasi tersebut.

BACA JUGA  DPD LSM GNRI Kabupaten Bekasi Desak Puskesmas Karangbahagia Jelaskan Pengelolahan BLUD Secara Terbuka

“Bahkan besi yang sudah tertanam, dapat dengan mudah dicabut,  sangat miris sekali kualitas pembangunannya, padahal anggarannya hampir capai 1 miliar,” cetus warga bernam Wandi.

”Kami berharap pembangunan ini dilaksanakan secara profesional, sehingga tercapai kualitasnya dan miliki ketahanan, demi menunjang sarana pendidikan,” pungkasnya.

(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *