Kebakaran Rumah di Desa Betung PALI: 1 Unit Rumah Ludes, Damkar Tiba Setelah Api Padam

oleh -259 Dilihat
Oplus_131072

PALI — Bramastamews.com, Musibah kebakaran melanda Desa Betung, Kecamatan Abab, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Kamis (23/10/2025) pagi. Satu unit rumah milik seorang nenek Rusna (70) ludes dilalap si jago merah.

Api pertama kali diketahui warga sekitar pukul 08.00 WIB, peristiwa bermula saat warga sekitar melihat kepulan asap tebal dari bagian belakang rumah korban. Warga langsung berteriak meminta bantuan dan bergotong royong mengevakuasi penghuni rumah serta memadamkan api dengan alat seadanya. Beruntung, korban berhasil keluar dengan selamat.

Api hampir saja merembet ke rumah warga lain di sekitar lokasi. Namun berkat kekompakan masyarakat yang sigap memadamkan api secara manual, kebakaran berhasil dikendalikan sebelum petugas pemadam tiba.

BACA JUGA  Ketua Umum LSM Sniper Indonesia Sebut Adanya Dugaan Skenario Busuk dan Lobi di Balik Kasus Gratifikasi Oknum DPRD Kabupaten Bekasi

Menurut keterangan salah satu petugas damkar, unit pemadam kebakaran baru tiba di lokasi sekitar pukul 08.45 WIB, atau hampir 45 menit setelah kebakaran terjadi.

Proses pendinginan dilakukan pukul 08.50 WIB dan selesai sekitar pukul 10.10 WIB, dengan bantuan satu unit mobil damkar, satu tangki air, satu rescue, serta dukungan satu tangki dan satu mobil rescue dari BPBD PALI.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten PALI, Edy Irwan, bersama Camat Abab, Razulik, SH., dan Kepala Desa Betung, Suparman meninjau langsung lokasi kejadian.

BACA JUGA  Satuan Reserse Narkoba Polres PALI, Berhasil Meringkus Dua Orang Terduga Pelaku Pengedar Narkotika Jenis Sabu-Sabu

“Kami turut prihatin atas musibah ini. Syukurlah tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini,” ujar Edy Irwan.

Ia menambahkan bahwa kedatangannya ke lokasi adalah sebagai bentuk perhatian pemerintah daerah dalam memberikan dukungan moral kepada warga yang sedang ditimpa musibah kebakaran.

Sementara itu, Dewa selaku pihak keluarga, mengapresiasi dan mengaku sangat berterima kasih atas kekompakan para tetangga dan masyarakat yang bergerak cepat menolong.

“Api hampir merambat ke rumah lain, tapi berkat kekompakan tetangga dan masyarakat yang bergotong royong, kebakaran tidak meluas. Untuk kerugian masih dalam pendataan,” jelasnya.

BACA JUGA  Carwinda : Program Botram Disdukcapil Kabupaten Bekasi Solusi Efektif san Efesien  dalam Memberikan Pelayanan kepada Masyarakat

Beberapa warga berharap agar jarak tempuh unit pemadam kebakaran menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Warga menilai, keberadaan unit damkar di setiap kecamatan sangat dibutuhkan untuk mempercepat respon saat terjadi kebakaran.

“Kalau setiap kecamatan punya mobil damkar sendiri, penanganan pasti lebih cepat,” ujar salah satu warga. (Bm/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *