Fakar Indonesia Kecam Lambannya Penanganan Tumpahan Minyak Pertamina EP Adera di PALI

oleh -683 Dilihat

PALI – Bramastanews.com, Forum Aspirasi dan Kepedulian Rakyat (Fakar) Indonesia menyuarakan kekecewaan mendalam atas lambannya penanganan pencemaran lingkungan akibat tumpahan minyak milik PT Pertamina EP Adera Field di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).

Kebocoran pipa trunkline SP ABB-3 ke SPU ABB-2 yang terjadi di Desa Pengabuan Timur, Kecamatan Abab, sejak pertengahan September 2025, hingga kini belum tertangani tuntas.

Hampir sepekan pasca kejadian, minyak mentah masih terlihat menggenangi rawa-rawa dan terbawa aliran air, mengancam ekosistem serta mengganggu aktivitas masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi.

BACA JUGA  Kadisos Kabupaten Bekasi Angkat Bicara Terkait Dugaan Okum TKSK Kec.Kedungwaringin Terjerat Kasus Narkoba

Pantauan media pada Rabu (24/9) menunjukkan penanggulangan berjalan stagnan. Di lokasi hanya terlihat tumpukan jumbo bag berisi sludge minyak dan satu unit alat berat yang tidak lagi beroperasi.

Parahnya lagi, saat tim investigasi kembali memantau lokasi pada (26/9) progres penanggulangan dan evakuasi tumpahan minyak belum menunjukkan hasil yang berarti.

Terlihat jumbo bag berisi sludge minyak mentah masih bersusun menunggu evakuasi, minyak masih nampak hitam di perairan bahkan di semak semak.Kondisi ini seakan menunjukkan ketidakseriusan pihak Pertamina EP Adera melakukan percepatan penanggulangan tumpahan minyak yang mencemari lingkungan.

BACA JUGA  Pleno Terbuka DPSHP di Tingkat Desa Serentak di Konkep

Menanggapi hal itu, Ketua Umum Fakar Indonesia, Aka Cholik Darlin, menyatakan sikap tegasnya terhadap Pertamina.

“Ini jelas bentuk kelalaian serius. Pertamina EP Adera Field telah abai terhadap kewajiban melindungi lingkungan dan masyarakat. Tidak ada alasan untuk menunda, pencemaran harus segera ditangani tuntas,” ujarnya, Sabtu(27/9).

Aka Cholik menyoroti minimnya transparansi informasi yang diberikan Pertamina kepada publik. Menurutnya, hal ini justru memperburuk keresahan masyarakat.

“Negara tidak boleh kalah oleh korporasi. Pemerintah pusat dan daerah harus turun langsung, memberikan teguran keras, bahkan menjatuhkan sanksi bila perlu. Masyarakat jangan terus-menerus dijadikan korban,” tegasnya.

BACA JUGA  'Korupsi Berjamaah' Berakhir Vonis Terhadap Satu Orang DS di Kasus Puskesmas Bojong, Bagaimana Bisa? 

Fakar Indonesia menyatakan akan terus mengawal kasus ini hingga selesai. Mereka berkomitmen menggalang dukungan masyarakat, akademisi, dan aktivis lingkungan untuk mendesak Pertamina bertanggung jawab penuh, memulihkan lahan dan perairan yang tercemar, serta memastikan kejadian serupa tidak terulang.

“Ini bukan sekadar persoalan teknis. Ini persoalan hak masyarakat untuk mendapatkan lingkungan hidup yang bersih dan sehat. Kami akan berdiri bersama warga PALI hingga keadilan ditegakkan,” tutup Aka Cholik. (Bm/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.