Aka Cholik Ingatkan, Kabupaten PALI Harus Harmonis dan Dinamis

oleh -634 Dilihat

JAKARTA — Bramastanews.com, Melihat kegaduhan terjadi di berbagai pemberitaan media di kabupaten PALI beberapa bulan terakhir, sudah menjadi perbincangan hangat di semua kalangan baik di daerah sampai di tanah rantau menjadi sorotan putra daerah. Sala satunya Aka Cholik Darlin Ketua Umum DPP Fakar Indonesia yang lahir dari Aktivis Pali ikut bicara.

Ketua Umum DPP Fakar Indonesia, Aka Cholik Darlin, menegaskan bahwa Bupati dan Wakil Bupati PALI sebaiknya segera menghentikan saling sindir di media dan memusatkan perhatian pada pembangunan, selasa (12/8/25).

BACA JUGA  Ubah Nama RSUD Al Ihsan Jadi RSUD Welas Asih, Kebijakan Dedi Mulyadi Tuai Beragam Penolakan

Mantan Wakil Ketua Komisi DPRD PALI itu mengingatkan, publik saat ini lebih membutuhkan kepastian arah kebijakan daripada tontonan adu argumen para pemimpin.

“Tidak perlu memamerkan perdebatan kusir. Lebih baik semua energi diarahkan pada program kerja. Kritik itu hak warga negara dan dilindungi undang-undang, tetapi seharusnya dijawab dengan kinerja, bukan pantun bersaut,” tegasnya.

Aka Cholik menilai, masih ada ego sektoral yang menghambat terciptanya keharmonisan antar pemangku kebijakan. Jika ada masalah yang menyangkut prosedur, ia menyarankan agar diserahkan kepada pihak berwenang atau dicarikan jalan tengah melalui dialog.

BACA JUGA  Gara Gara Persoalan Sepele Berujung Pembacokan: Ini Jelasnya

Ia menilai Bupati PALI, Asgianto, yang tergolong muda dan energik, memiliki potensi besar memajukan daerah jika mau mengarahkan seluruh energinya pada visi-misi serta lebih terbuka menerima kritik.

“Kepemimpinan yang matang itu tahu kapan harus mendengar dan kapan harus bertindak,” ujarnya.

Bagi kalangan aktivis, Aka Cholik menekankan pentingnya menyampaikan kritik yang disertai solusi dan diarahkan untuk membangun kolaborasi.

“Jangan sampai kritik kehilangan esensi karena terlalu keras di permukaan tetapi miskin substansi,” katanya.

Mengakhiri pernyataannya, politisi PKB itu kembali mengingatkan pentingnya merangkul semua pihak.

BACA JUGA  DPD LSM Prabu Indonesia Jaya Berikan Santunan Anak Yatim Dan Janda Tua 

“Bupati dan wakil bupati jangan arogan. Ajak bicara lawan politik, libatkan masyarakat, itu akan lebih kuat. Aktivis pun harus berdiri tegak di barisan rakyat, bukan hanya mengejar sorotan kamera,” tutupnya. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *