Peristiwa Wartawan Di Kepung Di Lempari Botol Benarkah Ulah PJ Kades Parakanlima Sengaja Persiapkan Linmas RT RW Untuk Hadang Wartawan?

oleh -77 Dilihat

Purwakarta-Jabar || Bramastanews.com

Tiga orang wartawan Purwakarta dapatkan intimidasi dan upaya tindak kekerasan pada kamis 24/8/2023 di kantor desa Parakanlima Purwakarta.

Saya dikepung dan dilempari botol pada saat berupaya konformasi seputar pembangunan posyandu di desa tersebut untuk tindak lanjuti informasi terkait adanya dugaan Mark up anggaran pada pembangunan itu, ujar Joko Waluyo salah satu wartawan yang hampir jadi korban upaya kekerasan.”

Berdasarkan keterangannya pada saat itu dirinya bersama dua orang rekannya ke desa tersebut, namun seolah sudah ada persiapan untuk menghadapi pihak luar sebab suasana sudah ramai dan banyak orang di desa, ujarnya kemudian.”

Dan dugaan itu terbukti dengan adanya campur tangan pihak pengurus PKK yang seolah interogasi kami, dengan bertanya legalitas kami, namun saat ditanya balik legalitasnya pengurus PKK itu malah tidak berkenan sehingga suasana memanas, tambahnya lagi.”

Berdasarkan informasi yang diterima awak media pada 24/8/2023, sekitar jam 08:15 wib, dari narasumber yang tidak mau disebutkan identitasnya,

“Hari ini (24/8) saya mendengar untuk menghadang wartawan Bu PJ curhat ke Linmas dan RT RW dan memerintahkan mereka untuk ke kantor Desa”

Sementara pada sekitar siang harinya peristiwa upaya tindak Kekerasan dan Intimidasi terjadi pada ke-tiga wartawan tersebut.

Ketersambungan informasi yang di peroleh awak Media dengan peristiwa tersebut perkuat dugaan adanya perencanaan untuk melakukan tindakanan intimidasi terhadap wartawan yang datang ke desa tersebut.

Dan patut di duga dalang dari penghadangan itu adalah PJ Kades Parakanlima.

Namun pertanyaannya kenapa dan untuk kepentingan apa, apakah ada sesuatu yang membuat alergi yang bersangkutan seputar pembangunan posyandu.

Apakah dugaan Mark Up pada pembangunan tersebut benar adanya sehingga kedatangan wartawan untuk konfirmasi hal itu membuatnya merasa tak nyaman.

(***)