Program P3-TGAI dari Aspirasi di Purwakarta Diterpa Isu Setoran?

oleh -71 Dilihat
oleh

Program P3-TGAI dari Aspirasi di Purwakarta Diterpa Isu Setoran?

Purwakarta // Bramastanews_Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) di wilayah Kecamatan Plered, yang bersumber dari Aspirasi diterpa isu tak sedap.

Dari informasi yang diperoleh, sebanyak enam desa mendapatkan program peningkatan jaringan irigasi di wilayah Kecamatan Plered.

BACA JUGA  Direktur Bumdesma Plered Beri Rp 3 Juta Uang Suap Saat Ditanya Pengelolaan Keuangan..? 

Dimana enam desa tersebut diantaranya: Desa Gandamekar, Gandasoli, Rawasari, Pamoyanan, Citeko, dan Liunggunung.

Sebagian program tersebut dikabarkan bersumber dari Aspirasi anggota DPRD.

Mirisnya dalam praktik pelaksanaannya, berhembus isu miring yang menyebut adanya dugaan kuat setoran dari Kelompok Tani yang bertindak sebagai penerima bantuan.

Tak tanggung-tanggung, dana yang jumlahnya hanya sebesar Rp 195 juta ini, 40 persennya kabarnya disetorkan ke seseorang yang disebut menjabat sebagai wakil rakyat.

Isu adanya upeti ini, diketahui cukup kencang berhembus dikalangan mereka yang terlibat dalam program tersebut.

BACA JUGA  KPK Periksa Ono Surono Perkara Dugaan Suap Ijon Proyek di Kabupaten Bekasi

Beberapa narasumber kepada awak media saat dikonfirmasi membenarkan adanya isu “setoran” sebesar 40 persen yang dinilainya terlalu tinggi.

“Ya kabar tersebut saya peroleh dari sumber yang terlibat langsung, dan saya kira ini diketahui oleh mereka-mereka yang berkepentingan. Jumlah yang disetorkan kabarnya 40 persen dari dana Rp 195 juta,” ujar salah satu narasumber.

Sementara, beberapa narasumber lainnya sampaikan hal yang sama saat ditanya perihal adanya isu setoran di program P3-TGAI.

“Informasinya seperti itu, ada setoran dari Kelompok Tani,” ujar narasumber berinisial KP.

Terpisah, seorang anggota DPRD Kabupaten Purwakarta yang namanya sempat disebut-sebut dalam program P3-TGAI, saat dikonfirmasi awak media perihal isu setoran tersebut dengan tegas membantahnya.

BACA JUGA  Ketum PWDPI Minta Kejagung Segera Tetapkan Tersangka Bos PT SGC Terkait Suap Rp. 50 Miliar

“Waalaikumsalam.. Saya sampaikan dan saya tegaskan tidak pernah menerima setoran apapun terkait P3-TGAI, dan kami tidak berani untuk melakukan itu, karena itu ada pengawasan pekerjaannya dari Balai dan Pendamping, apalagi pekerjaannya harus sesuai ketentuan, dan hasilnya pekerjaannya akan di Monev dan evaluasi langsung hasil pekerjaannya sama Balai, bahkan di ukur langsung sama Balai,

“Itu sumbernya dari mana yang mencatut nama saya, karena sudah menfitnah saya,” ujarnya.

Seperti diketahui, penyaluran dana bantuan untuk peningkatan jaringan irigasi ini langsung ditransfer ke rekening Kelompok.

Selanjutnya Kelompok Tani melakukan penarikan dana tersebut dalam dua kali pencairan.

BACA JUGA  Saeful Islam, SH. Anggota DPRD Komisi III Sebut Pemberitaan Dugaan Suap Proyek Kental Politis dan Opini

Hingga kini, Kelompok Tani dikabarkan baru mendapatkan satu kali pencairan di tahap pertama. Sementara, tahap ke-dua pencairannya diperkirakan pada awal Agustus 2026 ini.

Mirisnya, dari sumber terpercaya menyebut bila dana yang disetorkan harus diberikan full ditahap awal sebesar 40 persen.

Sumber: berbagai sumber

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *