Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Jawa Barat menggelar *Saresehan Transparansi dan Integritas Jawa Barat* bertema _“Menguatkan Keterbukaan Informasi, Memperluas Partisipasi Publik dan Membangun Budaya Anti Korupsi”_ sekaligus memperingati *HUT KNPI Ke-53*. Acara berlangsung di Rooftop DPRD Provinsi Jabar, Bandung, Jumat (24/7/2026).
Turut hadir jajaran dinas, LSM, ormas, Ketua Umum KNPI Jabar *Rian Rahadian, S.H., M.H.*, Bendahara KNPI Jabar/Ketua Pelaksana *Pamriadi*, Sekretaris KNPI Jabar *Andri Andrianto*, serta tamu undangan dari berbagai elemen masyarakat.

“Bukan untuk mengawasi, tapi untuk membantu Pemprov Jabar dalam meningkatkan penilaian integritas agar bisa masuk zona hijau. Kami juga membuka posko pengaduan agar masyarakat bisa menyampaikan informasi yang merugikan,” jelas Pamriadi. Ia juga menyinggung kondisi defisit APBD Jabar 5,9 triliun dan rencana peminjaman 3-4 triliun agar mendapat pengawasan bersama.
Sambutan Ketua Umum KNPI Jabar, Dian Rahadian, S.H., M.H.
Rian Rahadian menegaskan KNPI harus menjadi garda terdepan dalam mengawal keterbukaan informasi dan partisipasi publik. Ia mengapresiasi semangat alumni KNPI yang lebih aktif mendorong agenda transparansi dibanding struktur DPD.
“Kami akan terus mengawasi dan menyampaikan fakta yang terlihat dan terdengar. Sebentar lagi akan dilantik badan yang diisi aktivis ormas untuk mengawal keberlangsungan pemerintahan yang maju dan baik,” ujar Rian. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada tokoh yang hadir, termasuk Ketua KIP Jabar, Ketua Alumni KNPI Jabar, dan unsur Pemuda Pancasila.
Sambutan Anggota DPRD Komisi 1, H. Pradi Supriatna
Pradi Supriatna menekankan pentingnya seluruh lembaga, eksekutif, legislatif, hingga yudikatif berada di zona integritas. Menurutnya pelayanan publik harus berbasis hati nurani dan tidak melampaui batas kemampuan.
“Kami baru saja bersama Sekda dan KPK membangun zona integritas di BPSDM. Harapannya tidak ada lagi kepala daerah di Jabar yang terjebak OTT. Alumni KNPI punya peran besar karena asam garam di masyarakat sudah dirasakan,” kata Pradi. Ia juga mengapresiasi inisiatif KNPI membentuk badan advokasi untuk membantu mengawal anggaran dan program Pemprov.
Sambutan Wakil Wali Kota Bandung, H. Erwin
Wakil Wali Kota Bandung H. Erwin menyebut KNPI harus menjadi organisasi yang konsisten menegakkan integritas hingga tingkat kota dan kabupaten. Ia menilai kader KNPI memiliki tiga pilar kepemimpinan: intelektual quality, emotional quality, dan spiritual quality.
“Selamat dan sukses untuk KNPI. Mudah-mudahan bisa berkolaborasi dengan Pemkot dan Pemprov dalam pencegahan korupsi. Kalau diisi orang-orang berintegritas, saya yakin akan lahir pemerintahan yang bersih dan bermanfaat untuk masyarakat,” ucap Erwin.
“Dalam kegiatan ini juga dipaparkan data KPK bahwa Indonesia berada di ranking 108 dari 180 negara dalam indeks persepsi korupsi, dan Jabar berada di skor 7,79 zona kuning. Karena itu BAPTPKP diharapkan menjadi jembatan antara pemerintah dan masyarakat.’ Ungkap Dian.
Acara ditutup dengan pemotongan tumpeng sebagai bentuk syukur *HUT KNPI Ke-53*. Para peserta berharap melalui saresehan ini budaya anti korupsi semakin menguat dan partisipasi publik di Jabar semakin luas.
*nengsih*











