Bogor,BramastaNews.Com –
Ramainya pembicaraan di grup wartawan terkait dugaan pengambilan amplop berisi uang transport dari kegiatan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik / BaKesbangpol Kabupaten Bogor menjadi sorotan. Tuduhan itu muncul setelah acara upacara yang digelar BaKesbangpol di Taman Makam Pahlawan pada 1/6/2026.
Simpang siur bermula saat sejumlah wartawan selesai meliput acara lalu membuka amplop yang diterima dari wartawan berinisial K. Amplop tersebut berisi uang senilai Rp30 ribu dengan pecahan Rp2 ribu dan Rp10 ribu. Karena nominal dan pecahan dianggap tidak sesuai ekspektasi, sebagian wartawan mengembalikan amplop tersebut. Setelah itu muncul pemberitaan dengan narasi “Kesbangpol Kabupaten Bogor Lecehkan Wartawan”.
Kiki Gondrong Bantah Tuduhan
Wartawan yang disebut berinisial K, Kiki Gondrong, membantah tuduhan membawa sekitar 100 amplop. Ia mengaku jumlah amplop yang ia terima dari pihak panitia kemungkinan sekitar 70 amplop.
“Itu pun pihak panitia yang menyerahkan ke saya untuk dibagikan ke rekan-rekan. Saya tidak mengambil amplop milik siapa pun. Kalau ada yang merasa kurang atau tertukar, silakan cek ke panitia. Saya siap hadirkan bukti dan saksi,” ujar Kiki Gondrong, tgl (4/6/2026)
Kiki juga meminta Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Bogor segera memberikan klarifikasi resmi terkait mekanisme pembagian, jumlah amplop, dan standar nominal transport agar tidak ada spekulasi liar di internal wartawan.
Kepala Badan Kesbangpol Belum Komentari
Hingga berita ini diturunkan, Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Bogor belum memberikan keterangan resmi terkait jumlah amplop, nominal, dan SOP pembagiannya. Redaksi masih berupaya menghubungi pihak Badan untuk konfirmasi dan hak jawab.











