Modal dan produk bukan satu-satunya penentu UMKM bisa berkembang. Pola pikir, kejujuran, kepemimpinan, sampai keberanian menciptakan peluang justru jadi fondasi utama agar usaha naik kelas di tengah persaingan ketat.
Gelar di Grang Pasundan Bandung, Kamis 4/6/2026.
Hal itu disampaikan Dewi saat menjadi pemateri Pelatihan Peningkatan Manajemen UMKM yang digelar LPK Cipta Karya di Grand Pasundan Hotel, Kota Bandung, Selasa. Sekitar 100 pelaku UMKM dari Kecamatan Bojongloa Kaler hadir dan antusias mengikuti materi.
Menurut Dewi, banyak usaha mandek bukan karena produk jelek, tapi karena cara berpikir pemiliknya masih stuck sebagai “pedagang”. Padahal untuk naik kelas, pelaku UMKM harus bertransformasi jadi entrepreneur.
“Mindset adalah fondasi utama. Kalau mau usaha berkembang, harus berpikir seperti entrepreneur yang lihat peluang dan ciptakan perubahan,” katanya.
Ia membagi entrepreneur jadi 2 tipe: yang hanya mencari peluang yang sudah ada, dan yang berani membuka peluang baru. Tipe kedua inilah yang disebut Dewi sebagai pengusaha yang akan naik kelas.
“Pengusaha naik kelas itu yang enggak nunggu kesempatan datang. Dia mampu ciptakan kesempatan baru buat dirinya dan orang lain,” tegasnya.
Selain mindset, Dewi menekankan 3 hal penting lain: kepemimpinan, kejujuran, dan perencanaan. Jiwa kepemimpinan harus dilatih sejak usaha masih kecil dan dikelola sendiri. Begitu berkembang dan punya karyawan, manajemen proses harus rapi supaya kualitas tetap terjaga.
Soal kejujuran, Dewi bilang ini aset paling mahal. “Jangan pernah berbohong ke konsumen. Kepercayaan pelanggan itu modal terbesar. Kalau mereka percaya, mereka balik lagi dan bawa pelanggan baru,” ujarnya.
Dewi juga membagikan langkah praktis: bikin rencana bisnis sederhana, kelola keuangan disiplin, perluas jaringan, adaptif sama perubahan pasar, dan rajin inovasi. Catat kebutuhan alat, bahan baku, target pasar, sampai proyeksi biaya operasional itu langkah awal yang krusial.
Pelatihan ini diharapkan jadi pemicu UMKM Bojongloa Kaler buat upgrade pola pikir, perkuat daya saing, dan akhirnya jadi motor ekonomi lokal yang beneran berdampak.
*nengsih*










