Merasa di Peras Oleh Oknum LSM, Kades Sukakarya Yang Didampingi LSM Garda Bekasi Akan Ambil Langkah Hukum

oleh -434 Dilihat

KABUPATEN BEKASI, BRAMASTANEWS.COM – Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat gerakan pemuda Bekasi sekaligus Katimsus LSM Garda Bekasi pusat Andreas Lintang Pratama, malam tadi melakukan penelusuran di wilayah Desa Karanganyar, Kecamatan Karang Bahagia, guna mencari oknum yang mengaku ngaku sebagai “Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM)”. Oknum tersebut diduga kuat melakukan pemerasan terhadap kepala desa Sukakarya, Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Bekasi. pada Kamis (05/03/2026).

 

Kedatangan Andreas ke lokasi tempat tinggal (KR), selain sebagai warga Kabupaten Bekasi sekaligus mendampingi keluarganya yaitu Jonny Fahamsyah yang merupakan kades Sukakarya.

 

Dikatakannya Andreas, Kepala Desa Sukakarya Jonny Fahamsyah bercerita kepada dirinya, bahwa dia merasa di peras oleh salah satu Oknum yang mengaku dari LSM.

 

Lanjut Andreas, kronologi berawal dari adanya Oknum LSM mendapatkan informasi dari salah-seorang RT yang bercerita kepada (KR) yang katanya belum digajih oleh Kepala Desa Sukakarya, disitulah orang tersebut melancarkan aksinya untuk menakut nakuti Kades Sukakarya.

 

Padahal kita ketahui bersama di Kabupaten Bekasi, semua desa Sempat terjadi keterlambatan pencairan honor (gaji) bagi Ketua RT dan RW di Kabupaten Bekasi, khususnya untuk periode Agustus hingga Oktober 2025. ujarnya

 

Karena alokasi dana desa (ADD) di Kabupaten Bekasi tahun 2025 dilaporkan belum terima secara utuh oleh pemerintah desa sehingga mendekati akhir tahun anggaran. Kondisi ini terjadi akibat pemotongan anggaran dana desa.

BACA JUGA  LSM KANE Malut Minta Mahkamah Agung Hentikan Aktivitas PT. Harita Group di Pulau Obi

 

Sejatinya kepala desa Sukakarya walaupun ada kendala pemotongan Dana Desa dari Pemkab-Bekasi kurang lebih 370jt, tetapi dia tetap fokus membangun desa, diantaranya Infrastruktur jalan dan yang lainya. jelasnya Andreas.

 

Kepala Desa Sukakarya pun mengakui adanya keterlambatan gajih RT/RW, tetapi hal itu diselesaikan oleh Kepala Desa Sukakarya, walaupun uang tersebut pinjam sana sini, untuk menutupi gajih RT/RW.

 

Masih penjelasan Andreas, tetapi dalam hal ini sangat saya sayangkan sekali, momen ini di manfaatkan oleh salah seorang oknum yang diduga mengaku sebagai LSM untuk melancarkan aksinya disinyalir kuat untuk menakut-nakuti Kepala Desa Sukakarya.

 

Lebih parahnya lagi oknum tersebut sampai datang ke kantor Kecamatan Sukakarya bahkan dia pun sempat ke Lembur Pakuan sambil membawa RT/RW ke sana, ternyata pada saat saya konfirmasi ke RT/RW mereka sudah di bayarkan gajinya oleh Kepala Desa Sukakarya, tandasnya.

 

Tidak sampai disitu, oknum tersebut bahkan sering WhatsApp kepala desa Sukakarya meminta sejumlah uang, yang katanya untuk “LSM tingkat DPP, dan saya menduga uang yang ia minta dari Kepala Desa hanya untuk kepentingan pribadinya, maka dari itu demi menjaga marwah dan harga diri keluarga saya selaku Kepala Desa Sukakarya, kejadian ini akan saya tindak lanjuti keranah hukum, tegasnya.

BACA JUGA  Panwascam Karang Bahagia Gelar Bimtek PTPS Yang Dihadiri Langsung Ketua Bawaslu Kabupaten Bekasi

 

Sementara itu ditempat tempat yang sama Jonny Fahamsyah Kepala Desa Sukakarya, membenarkan bahwa ada oknum yang mengaku dari salah satu LSM, dia meminta uang melalui WhatsApp.

 

Dikatakannya Kepala Desa Sukakarya,bahwa oknum tersebut, bilang seperti ini, “Okelah kalau ini tidak mau dilanjut saya minta uang buat DPP sekitar Lima Juta”, cuma saat itu sudah beberapa kali belum saya penuhi, karena ada bahasa dia buat bensin, saya kasih dua ratus, tiga ratus, lima ratus, dan itu ada bukti transfernya di saya,ungkap dia.

 

Karena oknum tersebut sering kali WhatsApp saya, akhirnya saya bersama ketua BPD Sukakarya, mendatangi rumah oknum tersebut, karena dia sering WhatsApp saya mengancam akan ditindak lanjuti ke tingkat DPP LSM.

 

Lanjut Jonny, kata oknum tersebut, bahwa DPP minta uang, dan saat itupun Ketua BPD saya transfer ke oknum tersebut sebesar tiga juta lima ratus ribu,ucap dia.

BACA JUGA  KPUD Kabupaten Bekasi Gelar Acara Santunan Anak Yatim dan Buka Bersama

 

Jujur saja dalam halini saya merasa terganggu, karena selama ini saya kalau soal uang tidak pelit, sebab saya cari persahabatan, kalau hanya cari kesalahan seseorang itu, di depan pintu bisa,tutur dia.

 

Cuma yang saya tidak terima sehingga saya emosi, oknum tersebut tidak punya adab dan etika, karena dia selalu WhatsApp saya jam 3 subuh, kemudian RT saya juga di WA sama oknum tersebut sekitar pukul 03.30 WIB subuh, bahkan RT saya sampai di intervensi oleh oknum tersebut, dan bukti WhatsApp nya ada semua.

 

Oknum tersebut mengaku sebagai tim investigasi di LSM tersebut, bahkan saat itu dia membawa beberapa RT saya ke Lembur Pakuan, yang anehnya RT saya disuruh tanda tangan untuk bukti pelaporan, dan pada saat dia mengaku sebagai LSM selama ini tidak pernah bersurat, hanya ucapan lisan saja, sampai meminta uang ke saya,kata Jonny.

 

Dengan kejadian ini, saya merasa tidak nyaman dengan oknum yang mengaku sebagai LSM, sampai saya di takut takuti, bahwa saya akan dilaporkan ke Kajari Provinsi, sangat aneh ini orang. pungkasnya.

 

Reporter : (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *