Warga Bekasi Berikan Kritik Tentang Adab Bertamu Dengan PLT Bupati Bekasi

oleh -76 Dilihat

KABUPATEN BEKASI – Beredar Sebuah Foto yang menjadi sorotan dan kritikan, seorang tamu duduk di samping Bupati Bekasi dengan mengangkat kaki menyilang hingga betis di atas paha kekursi, di kediaman Bupati Bekasi Perum BCL Desa Waluya, Kecamatan Cikarang Utara, pada Minggu (01/03/2026).

Diketahui pria tersebut merupakan owner RM Hj.Gambreng Kp Rengasbandung Sugiarto yang akrab di sapa Sugi. Foto tersebut menjadi perhatian publik, dan terlihat tidak pantas untuk di contoh.

Tentunya telah kita ketahui bersama. Menghormati pemimpin daerah (Gubernur, Bupati, Walikota) merupakan bagian dari etika bernegara dan kepatuhan terhadap sistem pemerintahan. Kepala daerah yang merupakan representasi negara di tingkat lokal yang memegang peran penting dalam menggerakkan roda pemerintahan dan pembangunan daerah.

BACA JUGA  PJ Bupati Bekasi Gelar Acara Ngobak Bersama Penggiat Media Sosial dan Influencer

Foto tersebut dibenarkan salahsatu sumber yang tidak ingin disebut namanya, dirinya menilai, duduk di samping Bupati atau pejabat daerah dengan mengangkat kaki (selonjoran ke arah lawan bicara, menyilangkan kaki hingga betis di atas paha, atau mengangkat satu kaki ke kursi) dianggap tidak sopan dalam budaya dan norma sosial di Indonesia.

Halini merupakan Pelanggaran Norma Kesopanan: Duduk dengan posisi mengangkat kaki dianggap sebagai perilaku yang kurang menghormati, tidak beradab, dan dapat dianggap sombong.

Menurutnya Etika bertamu, termasuk duduk dengan sopan, adalah bagian dari adab dan budaya, terutama saat berkunjung ke kediaman pejabat,ucapnya.

BACA JUGA  Mengenal Lebih Dekat dengan Masjid Masjid Agung Al-Ukhuwah Kota Bandung

Sambung dia, adab bertamu menjaga perilaku, tidak berlama-lama, dan menghormati tuan rumah adalah bagian dari adab bertamu yang baik.

Tambahnya dia, hal tersebut dapat dianggap sebagai kurangnya rasa hormat terhadap tuan rumah dan melanggar norma kesopanan,pungkasnya.

 

Reporter : (Tif)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *