Komisi III DPRD Purwakarta Undang Warga Depok Bahas Amblas Akses Jalan di Sempadan Irigasi Cisomang

oleh -64 Dilihat
oleh

Komisi III DPRD Purwakarta Undang Warga Depok Bahas Amblas Akses Jalan di Sempadan Irigasi Cisomang

Purwakarta // Bramastanews_Setelah bersurat dua kali, warga Kampung Nanggeleng yang sebelumnya keluhkan akses jalan warga dan petani amblas di sepanjang aliran irigasi di wilayahnya akhirnya di undang Komisi III DPRD Purwakarta pada Kamis (8/6/2026).

Di aula gedung paripurna, perwakilan warga sampaikan keluhan serta harapannya agar akses jalan yang sudah puluhan tahun digunakan warga dapat kembali normal.

BACA JUGA  Warga Geram Pipa PDAM Sebabkan Amblas Akses Jalan

Menurut warga, amblasnya akses jalan tersebut berkaitan dengan pipa PDAM yang ditanam beberapa tahun ke belakang.

“Sebelum ada penanaman pipa, kondisi tanah disana dapat digunakan akses mobilitas warga dan petani. Kini amblas di beberapa titik, bahkan sebagian terputus, hingga sulit dilalui.

“Kasihan warga dan petani, tak bisa bawa hasil pertanian seperti dulu. Mereka kalau pulang dari sawah atau kebun kan suka bawa hasil pertanian atau kayu, setelah kondisi tanahnya amblas, hal itu menyulitkan mereka,” ujar perwakilan warga.

Sikapi hal tersebut, Komisi III DPRD Purwakarta yang dipimpin H.Elan Sofiyan selaku Ketua Komisi, sampaikan bila pihaknya bersama PDAM, PJT II , dan Dinas PUTR Purwakarta akan lakukan peninjauan ke lapangan pada Senin mendatang.

Dalam kesempatan itu, salah satu anggota Komisi III pertanyakan keberadaa peternakan domba kepada pihak PJT II, sebab dalam surat yang disampaikan warga, keberadaan peternakan tersebut timbulkan pencemaran lingkungan.

BACA JUGA  Pipa PDAM Sebabkan Jalan Amblas, Ganggu Mobilitas Warga dan Petani, KMP Darangdan Rencana Surati DPRD 

Sementara, perwakilan dari PDAM Purwakarta sampaikan bila pihaknya mengetahui adanya persoalan dilapangan.

Pipa-pipa tersebut diakui PDAM kondisinya perlu perbaikan.

Sayangnya, PDAM klaim bila pipa tersebut tak sebabkan amblasnya tanah di wilayah tersebut.

BACA JUGA  Pipa PDAM Sebabkan Tanah di Bantaran Sungai Amblas, Ganggu Mobilitas Warga dan Petani

Hingga hal itu picu bantahan dari perwakilan warga yang sampaikan penjelasan secara teknis bila saat pipa ditanam, pengurugan tanahnya tidak padat.

Selain itu, material urugan juga disinyalir terdiri dari tanah yang bercampur unsur lain yang bukan material urugan.

Sehingga hal itu timbulkan tanah tidak padat, dan akhirnya terjadi penurunan permukaan alias amblas.

(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *