“Inovasi Pengelolaan Sampah Organik: Mengubah Masalah Menjadi Peluang”*

oleh -124 Dilihat
filter: 0; jpegRotation: 180; fileterIntensity: 0.000000; filterMask: 0; module:1facing:0; hw-remosaic: 0; touch: (-1.0, -1.0); modeInfo: ; sceneMode: Night; cct_value: 0; AI_Scene: (-1, -1); aec_lux: 46.0; hist255: 0.0; hist252~255: 0.0; hist0~15: 0.0;

Bandung, – Bramastanews. Com.

PT Majmu Musti Sundaya bersama Majmusunda News, Dinamika Akhsaba News, dan Admkes Training Center sukses menyelenggarakan Webinar Sampah gelar di D Botanica , jalan Pasteur Bandung, 30-11-2025.#1 dengan tema “Pengolahan Sampah Organik Menjadi Media Taman dan Material Bangunan Sehari Jadi dengan Teknologi Sederhana”. Acara ini dihadiri oleh narasumber lintas sektor yang membahas solusi konkret terhadap permasalahan pengelolaan sampah, terutama di perkotaan.

Laksamana TNI (Purn) Dr. Ade Supandi, S.E., M.A.P., Komisaris Utama PT Majmu Musti Sundaya, menekankan pentingnya kolaborasi dan inovasi teknologi sederhana dalam pengelolaan sampah. “Sampah bukan lagi masalah, tapi peluang. Dengan kreativitas dan kemauan masyarakat, sampah organik bisa diubah menjadi sesuatu yang bernilai ekonomi,” ujarnya.

BACA JUGA  Dibulan Penuh Berkah, YPI Darojatul Ashfad Gelar Bukber Bersama Ratusan Santri
Webinar ini juga menghadirkan Dr. Mas Hasnami, S.E., (tautan tidak tersedia) dari UNPAD yang menyoroti aspek ekonomi sirkular, dan Ir. Muhammadun Amiruddin, H.M. dari PT Nusabio Buana yang menampilkan teknik sederhana pengolahan sampah organik menjadi media taman dan material bangunan sehari jadi.

Iwan Sulistyawan, praktisi lingkungan, menambahkan bahwa masalah terbesar bukan di sampah anorganik, tapi di sampah organik yang belum diolah maksimal. “Dari total 1.500 ton sampah per hari di Bandung, sekitar 200 ton bisa sebenarnya dimanfaatkan,” jelasnya.

BACA JUGA  Dibulan Penuh Berkah, Aliansi Ormas Bekasi Gelar Santunan Anak Yatim Piatu dan Dhuafa

Webinar ini menjadi langkah awal PT Majmu Musti Sundaya dalam mendorong terbentuknya ekosistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat, yang mengedepankan keberlanjutan dan inovasi lokal.

(nengsih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *