Teror Anjing Liar di PALI: Birokrasi Pemkab Masih Saling Tunggu, Warga Terus Dihantui Ketakutan

oleh -753 Dilihat

PALI – Bramastanews.com, Ancaman anjing liar yang menggigit warga di Kecamatan Tanah Abang, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumsel, kian meresahkan. Namun, langkah eliminasi yang diharapkan masyarakat ternyata masih mandek di meja birokrasi.

Kepala UPTD Puskeswan Tanah Abang, drh. Yudi Gunawan mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengajukan rencana eliminasi massal, namun masih menanti lampu hijau dari Dinas Pertanian.

“Kita sudah ajukan rencana eliminasi massal untuk anjing liar, sesuai permintaan pemerintah desa juga. Tinggal menunggu jawaban instruksi dari Dinas Pertanian selaku dinas pusat kita,” ujar Yudi saat dikonfirmasi, Kamis (10/7/2025).

BACA JUGA  Fraksi PDIP Walk Out di Sidang Paripurna DPRD Jabar, Begini Kata Ono Surono

Sementara itu, saat dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten PALI, Ahmad Joni, justru belum memberi kepastian soal eksekusi. Ia hanya mengirimkan surat edaran berupa imbauan penertiban hewan penular rabies dalam format PDF tertanggal 24 Juni 2025.

Namun saat ditanya kapan eksekusi eliminasi hewan liar yang dikeluhkan warga, Ahmad Joni belum memberikan jawaban. “UPTD Puskeswan kita sudah buat jadwal eliminasi, sesuai permohonan dari pemerintah desa dan sudah berkoordinasi dengan pihak desa,” singkatnya, tanpa merinci waktu pelaksanaan.

BACA JUGA  Kinerja Aparat Penegak Hukum Dipertanyakan, Pil Koplo Dijual Bebas? 

Kebuntuan birokrasi ini sangat disayangkan, karena warga yang sudah dihantui ketakutan berminggu-minggu akibat anjing liar yang berkeliaran bebas dan menyerang warga secara acak menanti ketegasan pemerintah daerah.

Sikap saling tunggu dari kedua birokrasi ini, justru memperpanjang rasa cemas warga.

“Kami takut keluar rumah, apalagi anak-anak. Anjing-anjing itu berkeliaran bebas, kadang tiba-tiba menyerang,” keluh Wati, warga Desa Raja, Kamis (10/7/2025).

Wati juga mengatakan serangan anjing liar ini tak hanya di satu titik, tapi telah menyebar ke sejumlah desa di wilayah Kecamatan Tanah Abang, membuat situasi makin mencekam.

BACA JUGA  Antusiasme Masyarakat Bekasi di Diskusi Publik "Bekasi Mencari Pemimpin"

Wargapun menuntut pemerintah desa hingga pemerintah daerah agar segera turun tangan melakukan penertiban bahkan eliminasi.

“Kami minta pemerintah tegas! Tangkap atau musnahkan anjing-anjing liar itu sebelum makin banyak korban,” ujar Wati penuh emosi.

Situasi ini menjadi potret buram lemahnya koordinasi birokrasi dalam menghadapi krisis di tingkat lokal. Di saat hewan liar meneror, warga justru harus bersabar menanti keputusan dari balik meja dan administrasi. (Bm/Red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *