Bandung, BramastaNews.com.
Krisis sampah Bandung Raya kembali jadi sorotan. Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat bersama WALHI Jabar menggelar Diskusi Ilmiah PSEL Bandung Raya WAHII, Rooftop DPRD Provinsi Jabar, Selasa 9/6/2026.
Tema yang diangkat tajam: _“Solusi Berkelanjutan atau Beban Baru? Menghitung Untung Rugi PTLSa untuk Sampah Bandung Raya”_. Diskusi ini respons langsung atas darurat sampah sejak longsor TPA Leuwigajah 21 Februari 2005.
Hingga kini, persoalan belum tuntas. 27 kabupaten/kota di Jabar masih bergulat dengan TPA overload dan budaya buang-buang. Kedaulatan sampah daerah jadi pertanyaan besar.
Acara dibuka Rizaldi, Ketua Komisi IV DPRD Jabar. Ia menyebut sampah sudah jadi isu urgen bagi 52 juta warga Jabar. Komisi IV mengawal dinas infrastruktur, lingkungan hidup, dan ketenagalistrikan.
“PSEL atau PTLSa muncul sebagai opsi kebijakan. Tapi kita harus uji: ini solusi berkelanjutan atau justru beban baru bagi masyarakat? Diskusi ini kami harap jadi rujukan kebijakan provinsi,” tegas Rizaldi.
Kang Iwang, Ketua WALHI Jabar, menyoroti dokumen kebijakan sampah Jabar. Target pengurangan 30% dan penanganan 70% dinilai belum dibarengi penguatan 3R dan pemilahan dari sumber.
“Sebelum bicara teknologi, peta jalan komprehensif dan partisipasi warga harus jadi dasar. Pendekatan tanpa transparansi rawan masalah baru dan potensi korupsi,” ujar Kang Iwang.
Diskusi menghadirkan 6 narasumber lintas sektor. Dari pemerintah ada Ibu Ani, Kadis LHK Jabar. Dari energi hadir Pak Zainal Habib, Kepala PLN UID Jabar. Akademisi diwakili Peneliti GREI yang mengkaji dampak lingkungan dan energi PTLSa.
Suara warga juga dihadirkan. Mang Ujang, perwakilan masyarakat terdampak, bicara langsung soal resah yang dirasakan. Sementara ICW menyoroti tata kelola dan anggaran. Greenpeace Indonesia membahas risiko lingkungan dan sosial.
Moderator menegaskan diskusi berbasis argumen ilmiah, bukan debat kusir. Fokusnya 4 poin: dampak lingkungan, biaya ekonomi, nasib pemulung dan sektor informal, serta transparansi dokumen AMDAL.
Tamu undangan penuh. Hadir perwakilan SKPD, akademisi, aktivis lingkungan, komunitas pemulung, hingga media. Semua sepakat: sampah Bandung Raya butuh solusi, tapi jangan sampai melahirkan masalah baru.
Diskusi ditutup dengan catatan Komisi IV. Hasil kajian dan masukan hari ini akan dirangkum jadi rekomendasi kebijakan ke Pemprov Jabar. Warga menanti, PSEL Bandung Raya akan jadi jawaban atau beban baru?
Rep nengsih











