Pemkab Bogor Tangani Banjir Di Bojong Gede Fokus Normalisasi Irigasi

oleh -69 Dilihat

BOJONGGEDE,Bramasta news.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melalui Kecamatan Bojonggede bersama dinas terkait mengambil langkah penanganan banjir yang kerap terjadi di wilayah Kedung Waringin, khususnya di sepanjang Jalan Raya Bojonggede–Cilebut. Upaya penanganan difokuskan pada normalisasi saluran irigasi yang selama ini mengalami penyempitan dan sedimentasi.

Camat Bojonggede, Tenny Ramdhani menjelaskan, banjir yang terjadi bukan disebabkan oleh sampah, melainkan karena adanya penyempitan aliran di bawah rel kereta serta tingginya pengendapan lumpur yang menghambat aliran air menuju Sungai Cibeureum.

“Penyempitan ini terjadi karena saluran sempat ditutup oleh warga untuk mencegah air masuk ke organisasi. Namun kondisi tersebut justru membuat aliran air tidak lancar dan menimbulkan berkumpul di jalan,” ujar Tenny, Senin (20/4).

BACA JUGA  Pastikan Kemanan Dan Kenyamanan Pengujung Polsek Penukal Abab Monitoring Temapt Wisata Paye Biru

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi dilematis. Jika saluran dibuka tanpa penanganan terlebih dahulu, berpotensi menimbulkan banjir yang lebih besar ke kawasan organisasi. Oleh karena itu, langkah awal yang harus dilakukan adalah normalisasi saluran irigasi.

“Normalisasi harus kita lakukan terlebih dahulu. Setelah itu, penyempitan di bawah rel bisa dibongkar agar aliran air kembali normal dan risiko banjir dapat diminimalisir,” tandas Tenny.

Pemkab Bogor bersama pemerintah desa dan instansi terkait telah menyusun langkah-langkah penanganan melalui pengerukan sedimentasi. Namun keterbatasan akses di lokasi membuat pengerukan tidak dapat dilakukan dengan alat berat, sehingga harus dilakukan secara manual.

BACA JUGA  Dua Periode Nahkodai Konkep, Amrullah sampaikan pesan perpisahan

Untuk mempercepat penanganannya, pemerintah mendorong keterlibatan masyarakat melalui kegiatan gotong royong. Pembagian tugas telah disiapkan antara pemerintah desa, masyarakat, dan pihak kecamatan.

Selain itu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor juga telah menyatakan kesiapan untuk membantu menyediakan armada pengangkut, seperti dump truck, guna mengangkut material hasil pengerukan.

Camat Bojonggede juga mengungkapkan bahwa terdapat dua titik penyempitan utama yang menjadi fokus penanganan, yakni di perlintasan Gaperi dan di bawah rel dekat pertigaan Kedung Waringin. Untuk titik di perlintasan Gaperi, normalisasi sebelumnya sudah pernah dilakukan. Sementara untuk titik di bawah rel, penanganannya harus dilakukan secara swadaya melalui gotong royong masyarakat.

BACA JUGA  Sidak Proyek PSDA Jaringan Irigasi Cisomang Bersama Bupati Purwakarta, Kabid Pengairan PUTR: Pemasangan Tidak Benar

Di sisi lain, pemerintah juga menyoroti adanya bangunan warga yang berdiri di sepadan irigasi. Hal tersebut dinilai melanggar aturan dan selain itu menyiarkan saluran air. Ke depan, Pemkab Bogor berharap adanya komitmen dan kesadaran masyarakat untuk bersama-sama menjaga fungsi saluran ni irigasi serta tidak melakukan penutupan aliran air.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *