Proyek Rehab SDN 13 Penukal PALI Habiskan Rp 500 Juta: Struktur Atap Diganjal Potongan Kayu, Balok Melengkung Diduga Tak Diganti

oleh -319 Dilihat

PALI – Bramastanews.com, Proyek rehabilitasi ruang kelas SDN 13 Penukal, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), kembali menambah daftar panjang pekerjaan fisik Dinas Pendidikan PALI yang menuai sorotan.

Foto: Balok Tiang Lama Bangunan SD N 13 Penukal di Desa Purun Timur (bm/dok)

Proyek dengan nilai kontrak mencapai Rp 497.731.000 dari APBD 2025, yang dilaksanakan oleh CV Nengkoda Jaya ini dinilai tak rasional dan terindikasi dikerjakan jauh dari standar teknis.

Pantauan langsung tim investigasi di lapangan pada Kamis (14/8/2025) menunjukkan bahwa pekerjaan hanya mencakup pemasangan keramik, lantai, perbaikan plafon dan sebagia kusen, penggantian sebagian pintu dan kunci, serta peningkatan sebagian ruangan.

BACA JUGA  Pemkab Bekasi Kolaborasi dengan Google Indonesia Akselerasi Program Digitalisasi Sekolah

Pantauan media di lokasi, pemasangan rangka baja ringan sebagai struktur atap tidak langsung

Menyatu dengan balok dinding bagian atas bangunan, justru dinilai asal-asalan. Tidak menyatunya struktur atap dengan badan bangunan dan hanya diganjal potongan kayu.

Tidak hanya itu, temuan media mendapati balok atas tiang selasar bangunan yang rusak dan melengkung tidak di ganti, hanya di tambah tiang saja. Sebagai penahan, hal ini selain merugikan APBD, juga berpotensi membahayakan bagi siswa dan guru dalam proses belajar mengajar.

BACA JUGA  Diduga Kedinginan, Mobil Mewah Hasil Sitaan Kejari Purwakarta di Selimuti, Padahal Parkiran Beratap, Ada Apa?

Aldi Taher, pemerhati pembangunan PALI, menilai pelaksana proyek telah mengabaikan kualitas dan keselamatan.

“Di mana pengawasan PPTK Dinas Pendidikan PALI? Kalau pekerjaan diawasi ketat, tidak mungkin ada pemasangan baja ringan seperti itu,” tegasnya.

Aldi mengingatkan, jika kelak atap ambruk dan mencelakai siswa, pihak dinas dan kontraktor wajib bertanggung jawab penuh. Ia mendesak aparat penegak hukum (APH) segera melakukan audit menyeluruh.

“Ini uang rakyat. Kalau ada pelanggaran, harus ada sanksi tegas dan pertanggungjawaban,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Bupati PALI, Iwan Tuaji SH, belum lama ini menanggapi berita proyek pembagunan yang sering viral, Ia menyatakan apresiasi media telah berperan aktif melakukan kontrol terhadap proses pengerjaan proyek APBD yang sedang berjalan, bahkan ia menegaskan akan menindak tegas apabila ada temuan oknum kontraktor nakal yang mengerjakan, Jika ditemukan ketidaksesuaian, kami akan tindak tegas, pelaksana dan penyedia jasa.

BACA JUGA  Memanas..!! Kasus Gratifikasi Mobil Mewah di KEJARI Purwakarta Berbuntut Tudingan Adanya Intervensi

Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas Pendidikan PALI belum terkonfirmasi. (Bm/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *