Marak Penerima Bansos Salah Sasaran di Purwakarta, Dinas Sosial Diminta Bekerja
PURWAKARTA _ Bantuan Sosial (Bansos) di Kabupaten Purwakarta masih menjadi polemik dikalangan masyarakat, bahkan tidak sedikit memicu kecemburuan sosial diantara sesama warga.
Pasalnya, masih banyak terjadi kasus bansos yang salah sasaran, dan hal itu diketahui terjadi hampir disetiap wilayah Desa.
Dimana banyak banyak ditemui warga yang kondisi ekonominya dibawah standar tak dapat bansos, tapi di sisi lain warga yang kondisi ekonominya lebih baik bahkan mampu secara finansial justru jadi pemenang bantuan sosial dari pemerintah.
Baragam faktor penyebab terjadinya persoalan tersebut sempat disampaikan pihak Kementrian Sosial yang sebut peranan Ketua RW dan Kepala Desa yang terkadang ditekan warga untuk mandaftarkan namanya menjadi penerima bansos.
Namun dalam banyak kasus tak sedikit peranan Ketua RT/RW disebut-sebut memiliki andil terdaftarnya nama saudara atau orang terdekatnya sebagai penerima bansos, sehingga akibatkan banyak bansos salah sasaran seperti saat ini.
Menanggapi kondisi tersebut, Kementrian Sosial RI memastikan program perlindungan sosial akan semakin efektif dengan penggunaan Data Terpadu Sosial ekonomi Nasional (DTESN) yang diklaim sudah mencapai tahap finalisasi.
Menurut Menteri Sosial, penggunaan data tunggal tersebut merupakan Instruksi langsung Presiden Prabowo Subianto untuk mengelimir potensi kesalahan dalam penyaluran bansos.
Dinas Sosial Purwakarta juga diharapkan memastikan bila penyaluran bansos tepat sasaran dengan melakukan berbagai tindakan yang dianggap perlu, salah satunya dengan lakukan pemberian tanda kepada setiap rumah penerima bansos.
Sehingga diharapkan bantuan sosial tepat sasaran, bukan malah salah sasaran seperti di banyak kasus yang saat ini masih terjadi.
(red)










